Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 12 Juni 2021 - 15:24 WIB

2 bulan yang lalu

Lalu Lintas Kendaraan Berat Proyek Drilling PLTPB Gunung Salak Dikeluhkan Warga

TBOnline [SUKABUMI] — Meski kegiatan servis sumur bor (drilling) di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang dilaksanakan Star Energy Gunung Salak (SEGS) akan digelar pada Juli mendatang, namun warga Kalapanunggal sudah melaksanakan moving alat berat, menggunakan kendaraan berat trailer, Sabtu (12/06/2021).

Meskipun jalur lintasan begitu sempit juga berkelok dan sedikit berlubang, sejak memasuki kawasan padat penduduk di antara permukiman warga Cikidang – Kalapanunggal hingga Jayanegara Kabandungan.

“Kurang lebih terdapat 493 rumah warga, termasuk kios dan warung serta tempat ibadah yang berpotensi terkena dampak lalu lintas kendaraan besar, jumlah tersebut belum termasuk fasilitas umum lain seperti kantor desa, dinas, pemerintah setempat dan toserba yang berada tepat di bibir kiri dan kanan jalan jalur lintasan ini,” ujar seorang warga bernama Opik.

Menurutnya, dibutuhkan skill dan keahlian tingkat tinggi bagi pengemudi agar sampai dengan selamat dalam melintasi akses ini.

“Ini kan proyek besar, masa sih gak ada petugas yang bisa bertanggungjawab dengan segala insiden di lapangan akibat laju nya kendaraan trailer, seperti kabel listrik rumah saya ini putus dari semalam gak ada satu pun dari pihak trailer yang bisa memberikan jaminan perbaikan. Malah saya hanya di kasih nomor HP petugas yang akan koordinasi, tapi sampai sekarang belum juga ada yang datang dari perusahaan trailer tersebut,” ungkap Opik yang akrab dipanggil Kriwil ini.

Putus nya kabel listrik di kediaman Kriwil, menyebabkan kondisi gelap gulita yang dialami keluarganya dari semalam. Selain itu otomatis ia dan keluarga juga tidak dapat menggunakan alat elektronik seperti magic com, kulkas juga mesin cuci yang biasa digunakan untuk kebutuhan setiap hari,” katanya.Selain Kriwil, keluhan juga dilontarkan warga lain bernama Acut, Erik bahkan Ormas, karena sulitnya menyampaikan sesuatu hal apabila terjadi insiden di lapangan.

“Kita tidak tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap perbaikan, sulit sekali harus ke siapa kita koordinasi,” keluh warga.

Sementara itu, Nana alias Ulur, Koordinator Tim OKP Tiga Wilayah, menuturkan bahwa keterlibatan pihaknya hanya bersifat sebagai tim koordinasi saja.

“Adapun untuk pengawalan pada titik-titik tertentu di lapangan, pada ruas jalur tersebut itu pun kita dibawah komando Kabag Ops beserta jajaran Polres Sukabumi,” pungkas Ulur.Sebelum berita ini tayang, TBO coba mengkonfirmasi Ace, humas perusahaan transportir melalui pesan WhatsApp terkait kendala yang terjadi di beberapa titik yang dikeluhkan warga.

“Jadi gini, untuk kabel kita sudah ketemu Kang Yana PLN, ya dia bertanggung jawab dan kita udah kontak dengan Yana untuk satu bulan kedepan ketika ada keruksakan kabel listrik warga akan terus langsung ditangani oleh Kang Yana,” ujar Ace.

Berkaitan dengan kerusakan pagar dan fasilitas lainnya, tambah Ace, pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada korban dan pemilik rumah.

“Kita sudah mengatakan akan kita perbaiki, tapi tidak mungkin hari ini, karena mungkin saja kalau diperbaiki hari ini nanti rusak lagi, maka diperbaiki di akhir dan dia mengatakan oke. Terkhusus untuk yang di Cibogo itu kita selesaikan juga semuanya, kalaupun ada kendala-kendala lain bisa kita sampaikan tetapi secara keseluruhan kita sudah selesaikan,” tutup Ace. Dedi Cobra

Artikel ini telah dibaca 1004 kali

Baca Lainnya