Headline Kabupaten Sukabumi Nasional

Kamis, 8 Oktober 2020 - 16:18 WIB

3 bulan yang lalu

Ketua GSBI Dadeng Nazarudin Beri Pesan Khusus ke Presiden Jokowi

TBOnline [SUKABUMI] — Ketua DPC Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi Dadeng Nazarudin, memberikan pesan khusus kepada Presiden Joko Widodo dan para anggota DPR RI, yang sudah mengesahkan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat dan buruh.Dijumpai di Warung Rakyat Abah Aos, usai menggelar aksi di seputar Palagan Bojongkokosan, Parungkuda, Kamis (8/10), Dadeng menyampaikan kekhawatirannya akan dampak UU Omnibus Law atau Cipta Kerja ini bagi para pekerja dan masyarakat.

“Salah satunya terkait upah, yang akan ditarik atau berpatokan melalui Upah Minimum Provinsi (UMP) dan membiarkan pengusaha melakukan negosiasi langsung dengan para buruh. Ini akan sangat berbahaya, karena memberikan kewenangan seluasnya kepada pengusaha untuk menekan buruh atau pekerja. Tidak ada lagi peran pemerintah disini,” katanya.

Tidak hanya upah, Dadeng juga menyoroti terkait tenaga kontrak dan outsourching hingga jam kerja dan kebutuhan cuti, yang pada UU Cipta Kerja atau Omnibus Law ini sangat bertentangan dengan hak para buruh yang diatur dalam perundang-undangan sebelumnya.

“Negara ini harus berpihak kepada rakyat, bukan pada para pengusaha, sistem kapitalis dan para komprador. Tunjukan keberpihakan kalian (pemerintah -red) kepada rakyat. Itu lah hakikat pemerintah,” tegas Dadeng.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPC Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi Dadeng Nazarudin juga memberikan pesan menohok kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI.

“Presiden itu dipilih oleh rakyat. Rakyat itu melihat kesederhanaan anda Pak Presiden Joko Widodo. Partai yang mengusung pun partai wong cilik, maka lapisan masyarakat kecil yang memilih Pak Jokowi, bukan pengusaha. Oke lah mungkin mereka yang modalinnya, tapi yang milih nya itu masyarakat kecil. Ya, mbok tolong gitu loh, wong cilik nya. Kita sebagai rakyat, ya buruh dan masyarakat, tanah nya jangan dirampas gitu loh, datang ke Sukabumi jangan ngerampas tanah, jangan menggusur masyarakat dan upah buruh juga jangan dirampas, gitu. DPR RI apalagi, ya Gusti Allah, dia itu wakil rakyat, yah harus jadi wakilnya rakyat, bukan wakilnya pengusaha. Walau dia pengusaha, dia kan rakyat. Rakyat mayoritas bukan pengusaha. Hidup ini hanya sementara, walaupun kalian kaya dan punya kedudukan jabatan segala macam, tapi itu kan amanah. Ingat,” pungkasnya. Red

 

Artikel ini telah dibaca 383 kali

Baca Lainnya