Nasional

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:46 WIB

3 bulan yang lalu

Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Mustaming : Didominasi Kejahatan Narkoba

TBOnline [KOTA SUKABUMI] — Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi melaksanakan pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap,  di halaman Kantor Kejari Kota Sukabumi, Kamis (8/10).

Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti ini, hadir Kajari Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Pengadilan Negeri serta aparat kepolisian dari Polres Kota Sukabumi.

Adapun jenis barang bukti yang dimusnahkan ialah jenis narkoba berupa sabu-sabu sejumlah 108,4926 gram dan Ganja sebanyak 651,5049 gram. Barang bukti ini diamankan dari 44 perkara.

Kemudian jenis obat-obatan yang mengacu pada Undang-Undang Kesehatan, yang di dapat berdasar 4 perkara kejahatan, berupa: Exymer sebanyak 14.738 butir, Tramadol (2.808 butir), Rixlona (30 butir), Alfazolam sebanyak 980 butir, Datepan (40 butir), Meriopan (280 butir) serta Trihexyhenidil sebanyak 700 butir.

Kemudian perkara yang masuk dalam Undang-Undang Darurat, berupa 1 air soft gun (1 perkara), senjata tajam berupa 4 bilah golok, pedang (4 perkara) dan HP sebanyak 13 unit, serta minuman keras 2880 botol.

Menurut Kajari Kota Sukabumi Mustaming, jumlah keseluruhan perkara dalam pemusnahan barang bukti ini di dapat dari 53 perkara.

“Kita telah menyaksikan bersama-sama bahwa pada hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum, antara lain yaitu perkara narkotika, sabu, minuman keras, obat-obatan golongan G, undang- undang darurat seperti senjata tajam, senjata api rakitan dan ini berasal dari 53 perkara dari Januari sampai dengan Oktober 2020. Ini (barang bukti) semua sudah mempunyai kekuatan hukum tetap,” kata Mustaming.

Hal ini kita laksanakan, lanjut Mustaming, dalam rangka menjamin adanya kepastian hukum, bahwa semua perkara itu harus jelas tuntas. Dan bukan hanya mengeksekusi terpidananya, tetapi juga barang buktinya.Mustaming juga menyampaikan, sampai saat ini Kota Sukabumi masih didominasi perkara-perkara narkotika dan obat-obatan daftar G.

“Ini masih melekat hampir 50 persen perkara ini berasal dari narkoba, penggunanya sebagian ialah pelajar,” tandasnya. Nur Yasin Anwar

Artikel ini telah dibaca 274 kali

Baca Lainnya