Berita Polisi Hukum

Rabu, 15 September 2021 - 22:42 WIB

1 minggu yang lalu

Kasus Pengggelapan Mobil di Bogor, Lamban di Penyidik Anton Dorong ke Kapolres

TBOnline [BOGOR] — Laporan dugaan penggelapan mobil milik Anton Heriprasetianto, warga Kampung Nagrok, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, yang dilakukan AW hingga kini masih berada di meja penyidik Polres Bogor, meski laporan polisi dengan nomor : STBL/B/1132/VIII/2021/JBR/RES BGR pada 2 Agustus 2021 ini sudah berjalan lebih dari 1 bulan.

Meski kasus ini bukan tergolong perkara sulit, nyatanya hingga kini terlapor AW masih melenggang bebas walau beberapa saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik, Anton bahkan belum sekalipun menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) dari penyidik Polres Bogor atas laporannya ini. Sadar akan lambannya proses penyelidikan dalam kasusnya, Anton kemudian mengirimkan surat ke Kapolres Bogor.

“Pada Selasa (14/9) kemarin saya menyurati Kapolres Bogor, memohon agar laporan saya segera ditindaklanjuti, supaya ada kepastian hukum,” kata Anton, Rabu (15/9) malam.

Alkisah, pada sekitar Oktober 2020, terlapor AW memerlukan mobil untuk operasional usaha pribadi dan rutinitas pekerjaannya di sebuah yayasan sekolah swasta, ia pun menyewa 2 unit mobil milik Anton bertipe Honda Mobilio dan Daihatsu Grand Max.

Bukti laporan polisi Anton ke pihak Polres Bogor (Foto : Tbo)

Namun dalam perjalanannya pembayaran sewa mobil ini tidak lancar, Anton pun berinisiatif meminta kembali mobil nya, namun AW berkilah mobil masih digunakan untuk operasional yayasan. Tak percaya, pada Maret 2020 Anton kemudian menelusuri keberadaan mobil dengan mengikuti petunjuk GPS yang terpasang di mobil.

Nahas, saat ditemukan, kedua mobil rupanya sudah dalam penguasaan pihak lain, yang mengaku mendapatkan mobil dari AW dengan cara gadai. “Saat saya tanya pada AW, yang bersangkutan beralasan akan segera menebus dan mengembalikan mobil saya tersebut,” kata Anton.

Hingga akhirnya Anton menemui pihak keluarga AW dan minta pertanggungjawaban atas 2 unit mobil milik nya yang digadai AW, termasuk dana pinjaman AW sebelumnya kepada Anton yang katanya digunakan untuk modal usaha senilai Rp394.300.000.

Dari sini akhirnya Anton dan pihak keluarga AW sepakat untuk membuat perjanjian hutang piutang di hadapan notaris. Dalam perjanjian pihak keluarga AW meminta toleransi waktu selama 4 bulan yang jatuh tempo pada 30 Juli 2021 untuk mengembalikan 2 unit mobil milik Anton yang digadaikan serta membayar pinjaman modal usaha sebesar 394.300.000.

Singkat cerita, satu hari sebelum jatuh tempo pada 30 Juli 2021, pihak keluarga AW mengingkari perjanjian dan tidak dapat memenuhi tanggungjawab nya kepada Anton. Bahkan dengan nada menantang mempersilahkan Anton untuk memperkarakan AW ke pihak kepolisian.

Mobil milik Anton yang digadai AW ke pihak lain (Foto : Tbo)

“Akhirnya pada 4 Agustus 2021 saya mengadukan AW atas pidana menggelapkan mobil dengan membuat laporan ke Polres Bogor, sesuai TKP di Perum Telaga Kahuripan, Griya Ganesha, Blok F.3/06. Rt004 Rw13, Kelurahan Tegal, Kecamatan Kemang, Bogor,” jelas Anton. Sopian

Artikel ini telah dibaca 473 kali

Baca Lainnya