Headline Metropolitan

Kamis, 7 Juli 2022 - 07:43 WIB

1 bulan yang lalu

Kasus Dokumen ASPAL PT Domus Jaya, IPW Desak Bareskrim Kerja Presisi

TBOnline, JAKARTA ¤ Bareskrim Polri harus menindaklanjuti pengaduan masyarakat soal dugaan pemalsuan dokumen ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang dilakukan PT Domus Jaya di Lampung. Pasalnya, CPO yang akan dikirimkan ke Malaysia pada 22 Januari 2021 ini dicatatkan dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) berupa limbah minyak sawit / Palm Oil Mill Effluent (POME). Demikian siaran pers Indonesia Police Watch (IPW) yang dikirimkan kepada TBO, Rabu (6/7/2022).

“Sebelumnya pengaduan terkait pemalsuan dokumen ekspor CPO ini dilaporkan secara resmi advocat Indah Meylan yang mewakili kliennya mantan Dirut PT Domus Jaya Riksan Arifin pada Senin, 5 Juli 2022 ke Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta,” ujar Sugeng Teguh Santoso, Ketua IPW dalam rilis tersebut.  

Dijelaskan Sugeng, dalam tembusan yang diberikan kepada IPW, pemalsuan dokumen PEB ini dilakukan oleh Dirut PT Domus Jaya bernama Aman serta Ronald Wijaya selaku Direktur PT Domus Jaya.

Laporan ke Bareskrim Polri terkait pemalsuan dokumen ekspor oleh PT Domus Jaya, Lampung (Foto : Sinar Harapan)

“Keduanya telah melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dan pasal 103 UU Nomor 17 Tahun 2006 mengenai kepabeanan, yakni dengan menyerahkan pemberitahuan pabean dan/atau dokumen pelengkap pabean yang palsu atau dipalsukan,” kata Sugeng.

Pemalsuan PEB ini diduga dilakukan PT. Domus Jaya pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandar Lampung dengan nomor pengajuan 030700-000109-20210119-000283 tertanggal 22 Januari 2021, dimana dijelaskan barang yang diekspor ialah refined pome in bulk (limbah) padahal isi sebenarnya adalah CPO.

“Terbongkarnya pemalsuan pelanggaran ekspor yang dilakukan PT Domus Jaya ini, setelah Riksan Arifin membuat surat aduan melalui aplikasi Whistleblowing System (WISE) Kementerian Keuangan dengan nomor register : web-2021-0303-1308. Kemudian, Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menjawab pengaduan Riksan Arifin dengan Nomor : S-202/WBC.06/2021 tanggal 30 Desember 2021. Dalam surat Ditjen Bea dan Cukai tersebut dijelaskan, setelah dilakukan penelitian bahwa benar PT Domus bermaksud mengekspor barang dengan pemberitahuan RPOME. Kemudian dinyatakan bahwa benar dari hasil pemeriksaan laboratorium Bea dan Cukai, barang yang akan diekspor adalah CPO dengan dimuat oleh Kapal MT Stenstraum,” ungkap Sugeng.

Dari penelusuran bukti bukti ini, IPW melihat bahwa peristiwa pidana pemalsuan dokumen ini sudah terjadi dan sangat sempurna. Oleh karena itu, Bareskrim Polri melalui pelaksanaan Polri Presisi harus mengusut dan membuat terang dengan menemukan tersangkanya.

“Langkah responsif dari Bareskrim Polri terkait kasus ini sangat ditunggu masyarakat yang membutuhkan keadilan. Hal ini selaras dengan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjadikan Polri yang PRESISI. Dimana, salah satunya Kapolri menekankan responsibilitas dan transparansi berkeadilan dilaksanakan oleh setiap anggota Polri. Untuk itu Polri harus mampu melaksanakan tugasnya secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab dan berkeadilan,” tegas Sugeng. Ilham

Artikel ini telah dibaca 99 kali

Baca Lainnya