Nasional

Kamis, 16 Juni 2022 - 10:49 WIB

3 minggu yang lalu

Kanwil DJBC Kepri Bersama Bea Cukai Karimun Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10 Miliar

TBOnline, KEPRI ¤ Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) bersama pihak Bea Cukai Tanjung Balai Karimun (BCTBK) melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan tahun 2020-2022, berupa jutaan batang rokok dan ribuan handphone (HP) ilegal senilai hampir Rp10 miliar, Rabu (15/6/2022).

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJBC Kepri Akhmad Rofiq, menjelaskan bahwa ketentuan badan hukum impor HP sudah jelas, bahwa importir harus memiliki penetapan sebagai Importir Terbatas (IT) dan Persetujuan Impor (PI) yang keduanya diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.

“Perizinan ini juga mengatur standar teknis produk, sehingga terjaminnya hak konsumen. Sedangkan untuk handphone bawaan penumpang, bea cukai telah memfasilitasi untuk penggunaan di Indonesia dengan melayani pendaftaran IMEI di semua kantor bea cukai di seluruh Indonesia,” tuturnya.Sedangkan untuk rokok, lanjut Kakanwil, bea cukai akan menindak tegas setiap peredaran rokok yang tidak memenuhi ketentuan pelunasan cukai yang sah. 

Diketahui, BMN yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan Bea Cukai Kepri terhadap pelanggaran ketentuan kepabeanan selama periode tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, dengan perincian : 3.304 unit handphone dan gadget berbagai tipe dan merk antara lain iPhone, Samsung dan LG. Kemudian juga 499 karton makanan dan minuman ringan, 800 buah ban, 80 kaleng minuman ringan dan 15 bungkus susu bubuk.

Sedangkan pemusnahan BMN hasil penindakan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun selama periode tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 berupa : 2.313.172 batang rokok dengan total nilai sejumlah Rp9.840.000.000 (sembilan miliar delapan ratus empat puluh juta rupiah) dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp3.913.000.000 (tiga miliar sembilan ratus tiga belas juta rupiah).

“Kami berharap dengan pemusnahan ini dapat memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran kepabeanan dan bea cukai, serta memperkuat sinergi antar instansi demi melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal. Kami, dalam hal ini Bea Cukai Kepri, mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk bersama mencegah dan memberantas peredaran barang ilegal dan berbahaya, karena yang legal itu mudah,” tutup Akhmad Rofiq. Wilman Manalu

Artikel ini telah dibaca 592 kali

Baca Lainnya