Jurnalis Tbo Diduga Mendapat Teror, Menanti Kapolri Habisi Mafia Tambang di Jebu Laut Kelabat

Tambang ilegal di Perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga-Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung (kiri) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) [kolase Tbo]

TBOnline, BABEL ¦ Paska pemberitaan terkait aktivitas tambang ilegal di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, jurnalis Tbo Andi Mulya diduga mendapat teror dan intimidasi dengan modus menjebak untuk langsung datang menemui panitia tambang ilegal tersebut, para penelepon gelap yang menghubungi Andi Mulya ini umumnya mengaku mendapat amanah dari perangkat Desa Kelabat. 

“Saya bertanggungjawab atas keselamatan jurnalis Andi Mulya di Bangka Belitung, teror semacam ini sudah lumrah dari sekelompok mafia tambang yang merasa pekerjaan ilegalnya diusik, dengan melakukan “jebakan batman” untuk selanjutnya menghabisi. Ini tantangan bagi jurnalis yang mengedepankan investigasi,” ungkap Ilham Akbar, Pemimpin Redaksi Target Buser Online (Tbo), Rabu (10/7/24).

Bacaan Lainnya

Ilham mengaku sudah menyampaikan informasi terkait tambang ilegal di perairan Jebu Laut ini langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Humas Mabes Polri, melalui akun X (dahulu twitter) yang terverifikasi, sebelumnya juga sudah melaporkan kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah.

“Ini tidak main-main, karena para mafia tambang ilegal di Jebu Laut ini diduga dibekingi “orang kuat” juga, karena buktinya aktivitas ini sangat sulit diberantas, ada informasi jejak pemain besar bersama kompatriotnya yang sebelumnya ditangkap Kejagung dalam bisnis haram di perairan Jebu Laut ini, bahkan tidak hanya timah, tapi juga BBM ilegal yang berputar disana, belum lagi dugaan gratifikasi yang melibatkan banyak instansi, putaran uang haram disana tidak tanggung-tanggung. Makanya informasi ini kita teruskan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang kita kenal ketegasannya terhadap aktivitas ilegal ini. Kepolisian jangan kalah dengan para mafia tambang jahanam ini,” tandas Ilham.Dalam pemberitaan sebelumnya, Tbo mendapat dokumentasi yang berisi peraturan panitia Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat, yang diterbitkan pada 12 Maret 2024, yang menuliskan berdasarkan hasil musyawarah telah disepakati untuk setiap Ti/ponton tower dari luar Desa Kebalat dikenakan uang masuk Rp1.000.000 per ponton, dengan waktu pembayaran paling lambat 1 minggu setelah diberikan pemberitahuan.

Aturan soal uang masuk ini kemudian ditandatangani Ketua Panitia Musahlih, dan diketahui Ketua Rt11 Hafiruddin, Ketua Rt12 Santi Sardika, Ketua Rt13 Warmadi, beserta Kepala Dusun Jebu Laut Mulyadi.

Kepala Desa Kelabat Kris Karyadi (Roni), sendiri saat dikonfirmasi soal benar tidaknya ada aturan uang masuk bagi setiap ponton luar yang ikut ditandatangani perangkatnya ini tidak menjawab tegas, ia hanya menyarankan Tbo untuk langsung menemui panitia.

“Inti e abang langsung temui mereka lah bang, jadi biar abang tau,” jawab Kades Kelabat Kris Karyadi (Roni) membalas pesan WA Tbo soal aturan biaya ponton. red   

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *