Pemerintah Kota Sukabumi Polres Sukabumi

Minggu, 29 Mei 2022 - 12:11 WIB

2 bulan yang lalu

Jenis Obat Obatan Golongan G, Marak Beredar di Kota Sukabumi

TBOnline, KOTA SUKABUMI ¤ Peredaran obat obatan daftar G merk eximer dan tramadol yang di ketahui toko berkedok toko kelontong kini marak kembali di Kota Sukabumi, setelah beberapa waktu lalu di wilayah jalan Lingkar Selatan Kecamatan Baros di tutup oleh penegak hukum dan sekarang pindah di jalan Lingkar
Selatan kampung Liung Tutut Kelurahan Limus Nunggal Kecamatan Cibereum di geruduk oleh Laskar Fisabilillah dan Sapu Jagat sabtu 28/5/2022.

Kegiatan pengrebekan tersebut langsung di pimpin oleh Ketua Umum Laskar Fisabilillah Ustadz Abi Kholil Assubki dan jajaran pengurus, Kepala Bidang strategi Abi Aha, Ketua DPW Kota Sukabumi Ruslan serta perwakilan dari Sapu Jagat Pusat Alfian dan ewok serta tampak hadir juga dari intelejen dan keamanan (intelkam) Polsek Cibereum  Enggi.

Anggota mulai bergerak pada pukul 11.30 ketempat lokasi tapi sayangnya toko tersebut dalam keadaan tutup, padahal menurut anggota laskar yang memantau di lapangan bahwa toko tersebut jam 9 .00 pagi toko masih buka, di duga pergerakan laskar fisabilillah bocor.

Kepala bidang strategi Abi Aha mengatakan, “Laskar Fisabilillah dan Sapu Jagat Pusat akan siap memerangi peredaran obat obatan terlarang, narkoba dan minuman keras di wilayah Indonesia pada umumnya di wilayah Kota/Kabupaten Sukabumi, dan mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kota/Kabupaten Sukabumi untuk melaporkan kepada

Kepolisian Republik Indonesia atau ke Laskar Fisabilillah apabila mengetahui adanya peredaran obat obatan terlarang, narkoba dan minuman keras”, pukas Abi Aha.

Lanjutnya, “Praktek jual beli jenis golongan G dengan merk eximer dan tramadol jelas menyalahi koridor perizinan edar dagang dan dalam penjualannya sudah jelas berkedok toko kelontong bukan Apotik resmi dengan perizinan yang di keluarkan oleh pihak Pemerintah, kalau ini di biarkan bisa merusak generasi muda bangsa, bahkan menimbulkan efek tindakan kriminalitas serta ketergantungan obat obatan”, ujarnya.

Menurut keterangan salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya melaporkan ke Laskar Fisabilillah, “Bahwa toko tersebut memang benar di duga menjual obat obatan terlarang, toko tersebut baru buka tiga hari yang lalu, “ya.., toko itu baru buka tiga hari pindahan dari jalan Lingkar Selatan Baros”, ungkapnya.

Ketua Umum Laskar Fisabilillah Ustadz Abi Kholil mengatakan, “Kurangnya pengawasan peredaran obat obatan daftar Golongan G akan menjadi masalah baru dalam penanganan permasalah narkoba di Indonesia bahkan menjadi sebuah hal yang biasa jika tidak tepat penangananya, Pasalnya obat obatan daftar Golongan G yang memiliki efek serupa bahkan bisa lebih dasyat, narkoba ini berpotensi menjadi narkotika jenis baru (New Psychoactive Subtances) yang di manfaatkan sindikat untuk berlindung dari jeratan hukum Narkotika dengan harga yang murah mampu merasakan efek yang sama dengan jenis narkotika lainnya”, tuturnya.

Lanjut ustad Kholil, “Eximer dan tramadol merupakan jenis obat keras daftar G yang penggunaanya harus dalam pengawasan dan resep Dokter karena apabilah salah dalam penggunaan akan menyebabkan efek samping pada kesehatan, bagi para pelaku usaha yang memperjual belikan ke dua jenis golongan G tersebut tanpa ijin dapat di jerat dengan pasal 196 UU NO 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, oleh sebab itu Ustadz Abi Kholil meminta kepada aparat kepolisian terutama Polsek Cibereum maupun Polres Sukabumi Kota untuk melakukan penyelidikan dan atau segera menutupnya”, pintanya. Nuryasin Anwar 

Artikel ini telah dibaca 230 kali

Baca Lainnya