Metropolitan Nasional

Selasa, 5 Juli 2022 - 17:29 WIB

1 bulan yang lalu

Dir Reskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menetapkan tersangka pencabulan MSA (foto kiri), sebagai DPO (foto : surya.co)

Dir Reskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menetapkan tersangka pencabulan MSA (foto kiri), sebagai DPO (foto : surya.co)

Perburuan Tersangka Kasus Pencabulan Santriwati di Jatim, IPW Usung Tagar Polisi Jangan Kalah

TBOnline, JAKARTA ¤ Perburuan terhadap tersangka dugaan kasus pencabulan santriwati yang menjerat MSA anak kiai di Jombang, Jawa Timur, oleh Polda Jatim mengalami kendala. Meski kepolisian berhasil menangkap tiga orang yang diduga anak buah (pengikut) MSA, namun kepolisian gagal menangkap tersangka. Kejadian penyergapan MSA ini terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, ketika itu Jembatan Ploso-Jombang dipenuhi polisi.

“Kalau ketiga orang yang tertangkap ini terbukti membantu lolosnya tersangka MSA, maka patut dikenakan Pasal 216 KUHP yaitu menghalang-halangi proses penyidikan,” demikian siaran pers Indonesia Police Watch (IPW) yang diterima TBO, Selasa (5/7/2022).

Informasi yang dihimpun IPW, aksi kejar-kejaran pihak kepolisian dengan rombongan yang diduga di dalamnya terdapat tersangka sempat mewarnai proses penangkapan ini.  

“Dengan kegagalan ini, IPW menyatakan mendukung Polda Jatim dibawah pimpinan Kapolda Irjen Pol. Nico Afinta untuk menegakkan hukum terhadap tersangka MSA dan harus diusung tagar #polisijangankalah guna menangkap tersangka pencabulan santriwati yang ditetapkan sejak 2019. Hal ini, untuk mengingatkan aparat penegak hukum tidak perlu takut dan gentar menghadapi tantangan dalam tugasnya karena rakyat pencinta keadilan berada di belakang polisi,” tulis IPW.

Menurut IPW, Polda Jawa Timur harus tegas mengerahkan segala daya dan upaya dengan kekuatan personilnya untuk membekuk tersangka yang telah jelas-jelas mengangkangi hukum. Lolosnya penangkapan tersangka MSA ini menjadi pembelajaran berharga. Supaya jangan sampai masyarakat menilai bahwa kepolisian tunduk pada tekanan massa yang tidak sesuai dengan hukum.

“Dalam proses hukum ini upaya paksa penangkapan terhadap tersangka MSA cepat atau lambat harus dilakukan. Sebab, proses hukum sudah jelas, polisi tinggal menangkap dan membawa tersangka ke kejaksaan. Sehingga, kalau hal ini berlarut-larut akan menurunkan citra Polri di masyarakat. Di sisi lain, IPW mengimbau semua pihak khususnya keluarga besar MSA untuk ikhlas dan rela mengikuti prosedur hukum karena dengan status sebagai tersangka belum dinyatakan bersalah dan bisa membela diri secara terhormat nantinya di pengadilan. Sementara bagi tersangka diminta untuk menghormati proses hukum dan menyerahkan diri lantaran dengan menghindari proses hukum, cepat atau lambat akan tertangkap serta harus mempertanggungjawabkan dugaan perbuatan pencabulannya”.

Diketahui, sejak 13 Januari 2022 lalu, Polda Jatim telah menetapkan tersangka MSA sebagai daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan laporan polisi nomor : LPB/392/X/RES.1.24/2019/JATIM/RES.JBG tertanggal 29 Oktober 2019. Ilham

Artikel ini telah dibaca 97 kali

Baca Lainnya