Laporan Utama Metropolitan

Minggu, 31 Juli 2022 - 15:14 WIB

1 minggu yang lalu

Kolase Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (foto : tribun)

Kolase Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (foto : tribun)

IPW Apresiasi Kapolri, Perkara Satgassus Harus Ditangani Tim Khusus

TBOnline, JAKARTA ¤ Indonesia Police Watch (IPW) kembali mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil alih penanganan kasus tewasnya polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo ke Bareskrim Polri. 

“Pasalnya, peristiwa ini melibatkan anggota yang tergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) yang dibentuk kapolri sendiri, yang dikomandoi Irjen Ferdy Sambo sebagai Kepala Satuan Tugas Khusus (Kasatgassus) berdasarkan surat perintah : SPRIN/1583/VII/HUK.6.6./2022 yang berlaku mulai 1 Juli 2022 hingga 31 Desember 2022 nanti. Penelusuran IPW, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat yang tewas ditembak merupakan anggota Satgassus, begitupun yang menembak yakni Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer juga anggota Satgassus, kejadiannya pun berlangsung di rumah Kepala Satgassus (Kasatgassus) Irjen Ferdy Sambo yang saat itu merangkap Kadiv Propam Polri. Kedua-duanya, baik Briptu Nopryansah Yosua dan Bharada Richard Eliezer juga merupakan ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo,” jelas IPW dalam siaran pers yang diterima TBO, Minggu (31/7/2022).Menurut IPW, agar tidak menjadi bias dan satu koordinasi, keseluruhan peristiwa pidana polisi tembak polisi ini memang harus ditangani Bareskrim Polri. Sehingga, penanganan kasus tersebut berada di wilayah Tim Khusus internal Polri yang digawangi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai penanggung jawab, bersama-sama Kabareskrim Komjen Agus Andrianto sebagai anggotanya.

Kepala Satgassus yang juga Kadiv Propam non aktif Irjen Frdy Sambo (kanan) dan (alm) Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (foto : tvone)

“Untuk itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit harus menegakkan aturannya sendiri yakni Perkap Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat di Lingkungan Polri. Sebab, dalam kejadian ini, atasan yakni Irjen Sambo tidak melakukan kewajiban melaksanakan waskat sesuai pasal 9 Perkap tersebut. Bunyi lengkap pasal 9 Perkap 2 Tahun 2022 yakni atasan yang tidak melakukan kewajiban dalam melaksanakan waskat sebagaimana diatur dalam peraturan Kapolri ini, diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Hal ini sesuai dengan pertimbangan dikeluarkannya Perkap bahwa pengawasan melekat dilakukan untuk lebih meningkatkan disiplin, etika dan kinerja anggota Polri dalam melaksanakan tugas, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan prinsip-prinsip penyelengaraan pemerintah yang baik,” tulis IPW.

Kejadian polisi tembak polisi di rumah pejabat tinggi polisi ini memang sangat menurunkan citra Polri di masyarakat. Oleh karenanya, Kapolri berkewajiban menjaga marwah institusi dan menyelamatkan Polri dari hujatan masyarakat.

“Maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit harus tegas menangani kasus ini sesuai perintah Presiden Jokowi untuk diproses hukum, terbuka dan jangan ditutup-tutupi, karena kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” kata IPW.

Diketahui sebelumnya, penanganan kasus polisi tembak polisi ini ditangani Polda Metro Jaya untuk dua laporan. Laporan pertama berkenaan dengan dugaan pelecehan seksual atau pencabulan, sedangkan laporan kedua berkenaan dengan dugaan pengancaman dan kekerasan serta percobaan pembunuhan. Sementara kasus yang ditangani oleh Bareskrim Polri berkenaan dengan dugaan percobaan pembunuhan dan penganiayaan yang dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga Briptu Nopryansah Yosua Hutabarat. Ilham

Artikel ini telah dibaca 89 kali

Baca Lainnya