Metropolitan Nasional

Rabu, 20 Juli 2022 - 05:22 WIB

3 minggu yang lalu

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (foto : skandal/ ist)

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (foto : skandal/ ist)

Ingatkan Kapolri Atensi Presiden Jokowi, IPW : Tuntaskan, Jangan Ditutupi

TBOnline, JAKARTA ¤ Indonesia Police Watch (IPW) kembali mengingatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mematuhi dua pernyataan Presiden Jokowi dalam kasus tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, di kawasan Duren Tiga, Jakarta, pada Jumat (8/8/2022).

“Kasus ini mendapat atensi Presiden Jokowi, pernyataan pertama presiden yakni proses hukum harus dilakukan, diungkapkan usai berdialog dengan petani di Subang, Jawa Barat, pada Selasa (12/7). Keesokan harinya saat bertemu dengan para pimpinan redaksi media nasional di istana merdeka Rabu (13/7), Presiden Jokowi kembali menyampaikan pernyataan “Tuntaskan! Jangan ditutupi, terbuka. Jangan sampai ada keraguan dari masyarakat” kata presiden, yang juga mengaku telah menerima laporan tertulis mengenai kasus yang mendapat perhatian luas masyarakat ini,” tulis IPW dalam siaran pers yang diterima TBO, Selasa (19/7/2022).

Untuk itu, IPW menyarankan agar kapolri segera memberdayakan tim khusus bentukannya, yang merupakan tenaga ahli dan berpengalaman di jajaran kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini secara tuntas dan terbuka serta menemukan tersangkanya. Selain itu agar tidak muncul opini-opini liar di tengah masyarakat.

“Karenanya, penyelidikan dan penyidikannya perlu diambil alih seluruhnya oleh tim khusus, tidak boleh dipercayakan kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Sebab, hal ini akan menimbulkan dualisme penanganan yang berakibat memperlambat proses pengungkapan kasus. Seperti berulang-ulangnya olah TKP dan penelusuran cctv yang sudah dibongkar dan rusak, kemudian informasi bahwa handphone Brigpol Nopryansah yang dinyatakan hilang, baru diumumkan kalau barang itu sedang diteliti Puslabfor Polri pada (18/7),” kata IPW.

Kerja tim khusus yang dibentuk Kapolri Listyo Sigit pada Selasa (12/7) dinilai IPW sangat lamban, akibatnya opini-opini liar terus bermunculan di media sosial. Sementara, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo hanya mengimbau masyarakat untuk sabar dalam mendapat perkembangan kasus tersebut lantaran tim sedang bekerja.

Sesaat setelah kematian Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat terkuak ke publik, IPW sudah menilai peristiwa ini penuh dengan kejanggalan. Bahkan, IPW saat itu mendesak dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta dan menonaktifkan sementara jabatan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo guna menuntaskan kasus polisi tembak polisi ini. Tim gabungan atau tim khusus sudah dibentuk pada Selasa (12/7) dan penonaktivan sementara Kadiv Propam telah diumumkan pada Senin (18/7). Langkah yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit ini selaras dengan peringatan Presiden Jokowi bahwa kasus ini harus dituntaskan dan dibuka ke publik. Jangan sampai ada keraguan dari masyarakat,” tutup IPW. Ilham

Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya