Berita Daerah

Selasa, 24 Agustus 2021 - 07:42 WIB

2 bulan yang lalu

Surono dan Syaipul, dua orang Bakal Calon Kades Pugul, Riau SIlip, Kabupaten Bangka, saat mendatangi dan membuat laporan pengaduan ke Ombudsman RI Perwakilan Babel  karena merasa dirugikan dalam pelaksanaan seleksi Calon Kades Pugul 2021 (Foto : Tbo)

Surono dan Syaipul, dua orang Bakal Calon Kades Pugul, Riau SIlip, Kabupaten Bangka, saat mendatangi dan membuat laporan pengaduan ke Ombudsman RI Perwakilan Babel karena merasa dirugikan dalam pelaksanaan seleksi Calon Kades Pugul 2021 (Foto : Tbo)

Hasil Seleksi Bacalon Kades Pugul Dianggap Cacat Hukum, Surono dan Syaipul Mengadu ke Ombudsman Babel

TBOnline [PANGKALPINANG] — Dua orang Calon Kepala Desa (Kades) Pugul, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Surono dan Syaipul mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Propinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang, Senin (23/08/2021).

Kedatangan keduanya ialah untuk mengadukan permasalahan mereka, karena merasa telah dirugikan akibat penetapan hasil seleksi pemenang Calon Kades Pugul, yang ternyata kemudian ada perubahan.

Di lokasi, pihak Ombudsman melalui resepsionis meminta kedua nya menunggu setelah berkas diserahkan, lalu komunikasi pengaduan berlangsung melalui telepon dengan staf Ombudsman bernama Nico. Hal ini dilakukan karena masih dalam suasana pandemi covid 19.

Kepada Nico, Surono menyampaikan bahwa seleksi Calon Kades Pugul diikuti oleh 7 orang kandidat pada 2 Agustus 2020 lalu di Gedung Stisipol Bangka di Sungailiat yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bangka. Seleksi dimaksudkan untuk memilih 5 orang bakal calon dengan nilai tertinggi.

Kemudian, lanjut Surono kepada Nico, hasil seleksi ditetapkan pada tanggal 4 Agustus 2020, dan dia bersama dengan calon Kades Wahyu pada posisi 4 karena nilainya sama. Dengan posisi seperti itu, dipastikan dia lolos dan bakal mengikuti Pilkades Pugul pada Oktober mendatang.

Tetapi, lanjut Surono, keesokan harinya pada tanggal 5 Agustus 2020, salah satu kandidat yaitu Redi yang dari hasil penetapan seleksi berada pada posisi 7, merasa tidak puas. Kemudian Redi mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bangka untuk menanyakan nilainya.

Alhasil, pada hari itu juga hasil seleksi yang telah ditetapkan pada 4 Agustus 2020, berubah. Redi yang sebelumnya berada di posisi 7, bergeser menjadi menempati posisi 2. Alasan yang dikemukakan oleh Tim Seleksi, karena salah tulis dalam menjumlahkan nilai jawaban soal yang benar milik Redi.

Dan, jelas Surono lagi kepada Nico, pada hari itu juga, yaitu sorenya pihak Tim Seleksi mendatangi Kantor Desa Pugul untuk melakukan seleksi ulang kepada dua orang kandidat dengan nilai sama, yaitu dia dan Wahyu. Tetapi karena merasa sudah lolos berdasarkan ketetapan hasil seleksi, hal itu tentu saja ditolak. Lalu kemudian di Kantor Desa terjadi perdebatan. Suasana panas, dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Surono kemudian langsung pulang.

Akibatnya, tambah Surono kepada Nico, dia dianggap mengundurkan diri oleh tim seleksi, dan Wahyu kemudian dinyatakan lolos. Padahal hingga detik ini, pihaknya tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri. Dan kemudian nomor urut para calon Kades Pugul telah ditetapkan dari 1 sampai 5. Dengan uraian tersebut, dia kemudian berharap pihak Ombudsman Babel merespon cepat pengaduannya.

Selesai komunikasi dengan Staf Ombudsman, kepada media ini Surono mengatakan pelaporannya kepada Ombudsman RI Perwakilan Babel dengan harapan agar haknya dikembalikan.

“Saya berpatokan pada hasil seleksi sebagaimana yang telah diputuskan. Dimana saya berposisi nomor 4 yang dipastikan lolos mengikuti Pilkades,” katanya.

Menurutnya, dalam persoalan ini, yang bermasalah adalah salah satu kandidat, yaitu antara Redi dengan Tim Seleksi.

“Permasalahan itu antara mereka, bukan saya. Saya tetap berpatokan terhadap apa yang telah ditetapkan, dan telah ditandatangani oleh Tim Seleksi. Saya merasa saya tidak bermasalah,” sambungnya.

Mengenai penyampaian aduannya kepada Ombudsman RI, dikatakan oleh Surono dalam komunikasi yang suaranya jelas karena di loud speaker tersebut, pihak Ombudsman akan mempelajari berkas dan laporannya, hasilnya nanti akan disampaikan kepada dia.

“Dari komunikasi tadi, masih akan mereka (Ombudsman) pelajari,” ujarnya.

Sementara itu Syaipul, yang sebelumnya adalah salah satu kandidat Calon Kades Pugul, mengatakan dia sengaja menemani Surono untuk memulihkan haknya sebagai salah satu calon sah yang sebelumnya telah ditetapkan lolos Pilkades.

“Saya menemani Surono kesini (Ombudsman -red) dan mendukung penuh dia lolos sesuai penetapan awal hasil seleksi yang sah. Untuk saya sendiri sebagai salah satu kandidat, saya sudah ikhlas sebagaimana posisi yang didapatkan dari ketetapan hasil seleksi,” katanya.

Mengenai hasil petetapan pemenang seleksi yang kemudian berubah, dikatakan Syaipul apa yang dilakukan oleh Tim Seleksi cacat hukum.

“Apa yang dilakukan sudah kacau balau. Dan saya pun menilai tim seleksi sudah cacat hukum,” jelasnya.

Karena dinilai cacat hukum, maka Syaipul minta dilakukan seleksi ulang.

“Saya tetap pada pendapat awal yang berulang – ulang disampaikan. Demi mengembalikan kepercayaan masyarakat, harus diulang,” tegasnya. Jamalindo

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya