Bangka Belitung Nasional

Senin, 31 Mei 2021 - 11:54 WIB

2 bulan yang lalu

Harga Timah Naik, Meski Pandemi Tambang Rakyat Ketiban Rezeki

TBOnline [BANGKA BELITUNG] — Meski di masa pandemi COVID19, komoditas timah masih menjadi harapan sekaligus primadona masyarakat di Bangka Belitung, terlebih harga timah akhir-akhir ini yang cukup tinggi hingga mencapai Rp200 Ribu/Kg, hal inilah yang menarik semua pihak untuk terlibat dan berinvestasi dalam penambangan timah, baik skala besar maupun tambang rakyat dengan modal kecil.

Ketua LSM Peduli Lingkungan Bangka Barat, Fani Tamzona, mengingatkan momentum kenaikan harga komoditas timah yang ditandai dengan kembali maraknya aktivitas penambangan di Bangka Belitung harus disertai dengan prilaku yang tidak mengancam kelestarian lingkungan hidup.“Karena apa yang dikerjakan oleh penambang tidak jauh daripada hal lingkungan hidup, pada dasarnya aktivitas ini harus melibatkan semua komponen dan stakeholder, pemerintah misalnya harus terus memantau agar kerja penambangan ini terarah. Jangan sampai menambang misalnya di dekat fasilitas umum, karena mengganggu dan merugikan kepentingan bersama,” katanya melalui siaran pers, Senin (31/5/21).

Selain komitmen terhadap lingkungan, Fani juga berharap agar PT Timah (Persero) semakin gencar membantu memfasilitasi skala tambang rakyat, karena apabila dapat bekerjasama maka akan teratur.

“Tidak dapat dipungkiri, kenaikan harga komoditas timah ikut menaikan perekonomian masyarakat, terlebih di masa pandemi ini,” tukasnya.

Yanto yang biasa dipanggil Bujang, selaku Wastam di Parittiga, Jebus, menyatakan siap membantu menyediakan izin usaha penambangan di wilayah IUP PT Timah.

“Namun harus sesuai SOP, dan kami akan ambil bijih timah nya karena kami membayar pajak pada negara di setiap kawasan PT Timah. Memang harga diluar PT Timah berbeda, tetapi kami akan bantu masyarakat atau skala tambang rakyat bekerja, kami akan fasilitasi,” jelas Bujang.

Harga Timah Naik, Rezeki Warga Lancar

Tedi, seorang pengusaha material Toko Palembang yang menjual mesin robin (perkakas untuk menambang rakyat -red) mengaku sejak kenaikan harga timah, penjualan mesin robin di toko nya seperti hal nya menjual kacang goreng.“Omzet mencapai Rp30 juta, pembelian hampir setiap hari mesin robin dan alat-alat tambang ini kebanyakan oleh orang-orang kampung,” sebut nya.

Lain halnya dengan bude, seorang pedagang bubur di wilayah Parittiga, Jebus, yang mengatakan kenaikan harga timah yang cukup signifikan ini telah membantunya.

“Waktu kemarin ketika harga Rp50 Ribu/ Kg, kami berdagang cukup sepi, apalagi masa pandemi ini kami mau bertahan hidup sangat sulit, jadi sangat mengharapkan penambang bisa belanja,” kata Bude.

Menurutnya, rata-rata penambang timah rakyat lah yang bisa memutar roda perekonomian masyarakat.“Sebelumnya banyak juga pedagang yang pulang kampung, karena mau bertahan hidup dan bayar kontrakan sudah tidak mampu lagi, sekarang harga timah sudah cukup tinggi, ini membantu kami di masa pandemi COVID sekarang ini,” tutup bude. (***)

Artikel ini telah dibaca 940 kali

Baca Lainnya