Pemerintah Kota Sukabumi

Sabtu, 29 Januari 2022 - 16:13 WIB

6 bulan yang lalu

Formasi Geruduk Kantor DPRD Kota Sukabumi, Gagan Rahman Suparman, “Pernyataan Arteria Dahlan Tidak Mewakili Suara Partai”

TBOnline [SUKABUMI KOTA] — Masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sunda Sukabumi mendatangi kantor DPRD Kota Sukabumi jalan IR H Juanda Kota Sukabumi terkait pernyataan anggota DPR RI Arteria Dahlan yang dinilai menyinggung martabat suku sunda Jum’at 28/01/2022 pukul 13.00 wib.

Masa berkumpul pada pukul 13 .00 dengan pengawalan ketat dari anggota Polres Sukabumi Kota dan Satpol PP Kota Sukabumi, dalam aksi tersebut diawali dengan orasi dari kordinator aksi ABI Aha dan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh prof.DR.KH Fajar Laksana.

Dalam aksi tersebut Formasi mengajukan 3 poin tuntutan sbb ;

1). Mengutuk keras pernyataan saudara Arteria Dahlan untuk menginjak bumi Sunda khususnya Sukabumi.

2). Mengusulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memecat beliau sebagai anggota Partai dan memberhentikan sebagai anggota DPR RI.

3). Mendesak kepada majelis kehormatan Dewan DPR RI, untuk segera memproses pelanggaran kode etik dan penistaan budaya dan bahasa sunda oleh saudara Arteria Dahlan.

Dan mengusulkan untuk memperhatikan muatan lokal dan pembelajaran bahasa dan budaya Sunda di jenjang pendidikan, segera membuat Perda Kota Sukabumi tentang pelestarian seni dan budaya Sunda sesuai amanat undang undang Republik Indonesia nomor 5 tahu 2017 tentang pemajuan budaya.

Ketua Aksi ustad Abi Kholil Assubki mengatakan, “Pernyataan Arteria Dahlan telah melukai hati seluruh masyarakat Sunda dan tidak mencerminkan moral,

Yang baik dan kehormatan serta kenegaraan beliau sebagai anggota DPR, oleh sebab itu kami mendesak kepada DPRD Kota Sukabumi segera menyampaikan tuntutan kami dari Formasi ke Majelis Kehormatan Dewan DPR RI untuk memberikan sangsi kode etik kepada saudara Ateria Dahlan kami semua secara manusiawi, memaafkan atas permintaan maafnya tapi kami meminta proses pelanggaran kode etik tetap berjalan demi tegaknya keadilan”, pungkasnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD dari fraksi PDIP Kota Sukabumi Gagan Rahman Suparman mengatakan, “Bahwa pernyataan saudara Arteria Dahlan tidak mewakili suara partai yang berlambang banteng tersebut”, tegasnya.

“Akan tetapi saya sangat bersyukur dengan ada kejadian ini momen mempersatukan dan memperkuat budaya sunda di semua masyarakat Kota Sukabumi kedepannya kami dari komisi III DPRD Kota Sukabumi juga akan memperjuangkan budaya Sunda di tetapkan di Kota Sukabumi, seperti contoh dalam satu minggu, ada sehari masyarakat memakai pakaian tradisional”, tandasnya. Nuryasin Anwar

Artikel ini telah dibaca 471 kali

Baca Lainnya