Headline Nasional

Minggu, 3 Juli 2022 - 08:41 WIB

1 bulan yang lalu

Advokat dan Praktisi pendidikan Islam Dudung Badrun., SH MH (Foto : Tbo)

Advokat dan Praktisi pendidikan Islam Dudung Badrun., SH MH (Foto : Tbo)

Surat Terbuka Kepada Presiden, Dudung Badrun Minta Jokowi Batalkan Isbat Kemenag

TBOnline, JAKARTA ¤ Advokat senior H. Dudung Badrun, SH.,MH meminta Presiden Jokowi turun tangan untuk membatalkan keputusan Kementerian Agama (Kemenag) yang menetapkan Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1443 Hijriah jatuh pada Minggu (ahad), 10 Juli 2022.

Dalam surat terbuka kepada presiden yang diterima TBO ini, ahli hukum yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Fataa, Segeran Kidul, Juntinyuat, Indramayu, ini mengemukakan beberapa alasan agar presiden membatalkan hasil isbat Kementerian Agama terkait penentuan Idul Adha ini, diantaranya ialah bahwa negara menjamin kebebasan bagi rakyat dalam hal memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Selain itu, Dudung juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama bukanlah alat kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Terakhir, menurut Dudung keputusan Kemenag menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H pada Minggu (10/6) ini justru berbeda dengan ketetapan ulama di Mekkah, Arab Saudi, yang merupakan tempat penyelenggaraan ibadah haji.

“Jadi kita minta presiden turun tangan, karena ini bukan ranah dan urusan pemerintah. Kembalikan urusan yang menjadi kewenangan rakyat dalam menetapkan Idul Adha 1443 H sesuai dengan ilmu falak dan berdasarkan keyakinan masing-masing,” kata Dudung.

Dalam surat terbuka ini juga terdapat catatan, bahwa jika Presiden Jokowi tidak membatalkan ketetapan Kementerian Agama ini, maka Dudung Badrun akan mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.Redaksi TBO telah meminta konfirmasi Dudung Badrun, SH.,MH, untuk memuat secara utuh surat terbuka kepada Presiden Jokowi ini, berikut isi surat nya :  

Hal : Pembatalan Isbat
Kemenag tentang
Idul adha 1443 H

Kepada Yth,
Presiden RI
di
Jalan Merdeka Utara
Jakarta Pusat

Dengan hormat,
Sehubungan dengan Isbat Kemenag tentang Idul Adha 1443 H yang jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa Negara Indonesia menjamin setiap warga negara untuk memeluk agama dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya (Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945).
  2. Bahwa pemerintah C.q. Kementerian Agama bukan alat kepentingan kelompok/golongan agama, sehingga keputusan yang berpihak kepada kelompok/golongan tertentu adalah batal/tidak sah (UU Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan).
  3. Bahwa di negara yang menjadi tempat penyelenggaraan ibadah haji, Idul Adha 1443 H jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022 dan sejalan dengan beberapa ormas islam di Indonesia seperti Muhammadiyah yang menetapkan (berdasarkan ilmu falak) Hari Raya Idul Adha 1443 H jatuh para Sabtu tanggal 9 Juli 2022.

Berdasarkan hal-hal diatas mohon kepada Presiden RI untuk membatalkan isbat Kementerian Agama tentang Idul Adha 1443 H pada hari Minggu tanggal 10 Juli 2022 dan menyerahkan sepenuhnya segala sesuatu yang menjadi hal rakyat dalam menetapkan Idul Adha 1443 H sesuai dengan ilmu falak dan berdasarkan keyakinan masing-masing atau bukan ranah dan urusan pemerintah.

Indramayu, 1 Juli 2022

Hormat Kami

 

H. Dudung Badrun, SH.,MH.

 

Catatan;
Jika tidak dibatalkan akan diajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta

Ilham

Artikel ini telah dibaca 321 kali

Baca Lainnya