Nasional

Minggu, 21 Maret 2021 - 17:26 WIB

4 bulan yang lalu

Ditengah Pandemi COVID19, Indocement Mampu Tingkatkan Permintaan Pasar

TBOnline [KOTABARU] — Setahun lebih masyarakat merasakan situasi pandemi COVID19 dan tentunya banyak hal yang terdampak dari kondisi tersebut, hal itu bukan hanya dirasakan oleh masyarakat saja namun pada dunia usaha pun ikut merasakannya.

Namun, situasi pandemi justru sedikit memberikan hasil yang baik kepada salah satu perusahaan produsen semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk yang dalam laporan akhirnya di tahun 2020 kemarin, Indocement menutup laporan keuangannya dengan meningkatkan pangsa pasar dari tahun 2019 sebesar 25,5% menjadi 25,8%. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur dan Corporate Secretary Indocement, Antonius Marcos dalam siaran persnya, Jum’at (19/3/21).

“Indikator seperti laba bruto, EBITDA termasuk laba tahun berjalan dari pendapatan neto meningkat disebabkan oleh penghematan biaya yang signifikan pada beban pokok pendapatan termasuk beban usaha,” terang Antonius Marcos.

Dikatakannya lebih jauh, setelah pembagian dividen Rp500/saham tahun 2019 dan dividen interim sebesar Rp225/saham tahun 2020 yang telah dibayarkan di tahun 2020, perusahaan tetap mempertahankan posisi neraca yang kuat dengan kas yang setara sebesar Rp7,7 triliun.

Dapat dilihat, sambungnya lagi, total volume penjualan ditahun 2020 mencapai Rp17,108 miliar dan ditahun 2019 sebesar Rp18,955 miliar.

Dengan pembagian khusus pasar domestik ditahun 2019 mencapai Rp18,831 miliar sementara di tahun 2020 sebesar Rp16,926 miliar, untuk penjualan di pasar ekspor ditahun 2019 diangka Rp124 miliar dan ditahun 2020 meningkat pada kisaran angka Rp181 miliar.

“Pangsa pasar Indocement di Jawa dan luar Jawa mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya, dimana untuk pulau Jawa meningkat +70 bps dari 34,1% menjadi 34,8% dan luar Jawa meningkat +80 bps dari 14,5% menjadi 15,3%,” jelasnya kemudian.

Untuk pendapatan neto perusahaan menurun -11,0% menjadi Rp14.184,3 miliar, ditahun 2019 sebesar Rp15.939,3 miliar yang disebabkan oleh kombinasi dari volume lebih rendah dan harga jual rata-rata campuran yang lebih rendah, meskipun harga jual semen rata-rata domestik sebenarnya dapat dipertahankan naik tipis sebesar 1% jika dibandingkan tahun lalu.

Menurut Marcos, ditahun 2020 tentunya memberikan tantangan berbeda dari tahun-tahun yang pernah dialami sebelumnya, sejak awal tahun industri semen dilanda dengan lebatnya musim hujan sekitar 2 bulan kemudian di susul dampak pandemi COVID19.

Oleh karenanya, keseluruhan pertumbuhan ekonomi termasuk industri semen berada pada titik terendah selama triwulan kedua saat awal pandemi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketat. Kemudian pemulihan terjadi secara gradual di paruh kedua tahun 2020, walau relatif lambat disebabkan adanya kasus baru COVID19 yang masih meningkat seiring dengan berjalannya pembatasan mobilitas.

“Di awal 2021, industri semen dirasa masih tertekan karena siklus tahunan musim hujan termasuk meningkatnya situasi pandemi COVID19. Akan tetapi, dengan berbagai upaya melihat situasi tersebut memasuki bulan Februari terlihat adanya pertumbuhan yang baik sekitar 1% dan itu pertama kalinya sejak pandemi,” tambahnya.

Indocement meyakini dengan adanya beberapa kebijakan yang baru diterbitkan oleh pemerintah seperti pembentukan Sovereign Wealth Funds (SWF), kebijakan kredit kepemilikan rumah bunga rendah, pertumbuhan konsumsi semen yang lebih kuat akan terjadi pada semester kedua tahun 2021 khususnya semen curah dengan dimulainya beberapa proyek besar baik infrastruktur, pembangunan pabrik-pabrik baru dan pembangunan lainnya pastinya akan memberikan dampak positif bagi industri semen.

“Tentu menjadi harapan dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah geliat industri semen akan kembali meningkat khususnya Indocement. Kuatnya arus kas yang dihasilkan dari kinerja operasi dan upaya manajemen yang berkelanjutan untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci unutk menjaga neraca keuangan kami yang tangguh,” tutupnya. M. Badrun

Artikel ini telah dibaca 307 kali

Baca Lainnya