Berita Polisi

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

4 bulan yang lalu

Diduga Depresi, Warga Belinyu Akhiri Hidup di Rabeng Batu Tupai

TBOnline [POLRES BANGKA] — Anggota Piket Polsek Belinyu (Polres Bangka) menerima laporan masyarakat ihwal penemuan mayat yang diidentifikasi bernama Topran Satria (TS), di sekitar Rabeng Pahlawan XII Batu Tupai (bahasa Belinyu untuk kawasan sungai, mangrove dan habitat hewan, red) tepatnya di belakang Masjid Baburrahman, Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu-Bangka, pada Rabu sore (24/03/21).Berdasarkan rilis yang diterima TBO dari Humas Polres Bangka, kronologis peristiwa penemuan mayat TS ini ialah ketika pada pukul 15.00 Wib saksi Frades (adik korban) mencari korban yang sudah 2 hari tidak pulang.

“Terakhir dilihat dan meninggalkan rumah pada Senin (22/03/21) menggunakan baju kaos dan celana, selain itu ia (korban -red) juga mengalami sakit depresi, kesehariannya sering pergi ke Rabeng Batu Tupai untuk mencari siput dan tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar,” kata Frades saat memberikan keterangan kepada petugas.

Dalam pencarian ke arah pabrik batako Frades bertemu dengan saksi Andika Bhayangkara, yang menyampaikan melihat TS pada Senin (22/03/21) berjalan ke arah Rabeng Batu Tupai.

Frades dibantu anaknya kemudian mencari di sekitar Rabeng Batu Tupai, saat itulah ia melihat sekerumunan lalat mengerubungi jasad disertai bau busuk dari dalam rabeng, karena rasa ingin tahu kemudian Frades mengecek, dan ternyata ia mendapati tubuh kakaknya Topran Satria (TS) dalam kondisi telentang dan sudah tidak bernyawa. Selanjutnya Frades meminta bantuan warga dan Polsek Belinyu untuk mengevakuasi korban TS.Sekitar pukul 17.30 Wib setelah mendapat laporan masyarakat terkait penemuan mayat, selanjutnya anggota piket Polsek Belinyu mendatangi TKP, kemudian dibantu anggota Lanal Babel, Kepala Lingkungan /RT setempat dan warga melakukan evakuasi dan dilakukan pemandian mayat di Pabrik Batako Andika Bhayangkara, kemudian dishalatkan di Masjid Baburahman Jl. Pahlawan XI untuk dikuburkan di Pemakaman Umum Kelekak Taru, Belinyu.

Dari hasil visum luar yang dilakukan Dr. Chairuumatin (dokter jaga RS Medika Stania -red) yang didampingi Panit I Reskrim Polsek Belinyu, Anggota Piket Polsek Belinyu, RT/Kaling dan keluarga korban diketahui tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan korban meninggal lebih dari 24 jam.

Kesimpulan pihak kepolisian, diduga korban meninggal disebabkan karena sakit atau depresi yang sudah bertahun-tahun diderita oleh korban, selain itu adanya bau busuk serta tubuh korban mengelembung, kuat dugaan korban meninggal lebih dari 1 hari pada saat ditemukan.

Untuk itu pihak Polres Bangka melalui Polsek Belinyu menekankan perlunya Bhabinkamtibmas dan Unit Intel melakukan monitoring di tengah masyarakat dari kejadian penemuan mayat ini.

Naskah & Foto : Humas Polres Bangka

Editor : Andi Mulya

Artikel ini telah dibaca 178 kali

Baca Lainnya