Laporan Utama Nasional

Kamis, 18 November 2021 - 09:29 WIB

9 bulan yang lalu

Sejumlah ormas dan pers Babel berada di Pabrik milik PT Samudera Kopan Metalindo untuk mengklarifikasi terkait peleburan Tin Slag di perusahaan mitra PT Timah tersebut (Foto : Ist)

Sejumlah ormas dan pers Babel berada di Pabrik milik PT Samudera Kopan Metalindo untuk mengklarifikasi terkait peleburan Tin Slag di perusahaan mitra PT Timah tersebut (Foto : Ist)

Diam-Diam Lebur Tin Slag di PT Samudera Kopan Metalindo, Siapa ‘Sulap’ Sampah Jadi Duit?

TBOnline [PANGKALPINANG] — Pengiriman Terak/Slag hasil dari kerjasama peleburan mitra di Kelapa Kampit, Belitung Timur ke Air Mesu, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, dengan jumlah material yang dikirim sebanyak 1.737 ton dengan rincian : Terak I tahun 2019 : 325.727 Kg, Terak I tahun 2020 : 50.416 Kg dan Terak II : 1.361.553 Kg, terkesan ditutup-tutupi pihak PT Timah, mulai dari soal pola kerjasama peleburan pasir timah maupun tin slag yang dinilai banyak kejanggalan, perjanjian kerjasama upah lebur, proses SOP atau pengawasan peleburan pasir timah di smelter mitra perusahaan, SOP pengiriman dan pengangkutan tin slag dengan manifes yang masih dianggap sebagai limbah B3 serta simpang siur perusahaan mitra yang menampung limbah tin slag untuk dilebur menjadi timah balok.

Kawasan PT Samudera Kopan Metalindo yang berada di Air Mesu, Pangkalan Baru, Bangka Tengah (Foto : Ist)

Untuk mengetahui keberadaan ribuan tin slag milik PT Timah ditampung oleh siapa atau perusahaan smelter mitra yang mana, Tim jejaring media Pers Babel bersama salah satu ormas di Babel melakukan investigasi langsung ke lokasi penampungan smelter yang berada di Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Senin (16/11/2021) sekitar pukul 15.30 Wib.

Sebelumnya, sebanyak 32 truk yang mengantar tin slag milik PT Timah diakui oleh Bos CV Venus Acin berada di pabrik penampungannya, Acin menegaskan pihak PT Timah hanya menumpang menimbang saja.

Justru, sisa ribuan tin slag yang berada di tongkang Samudera Bintan 90 yang diangkut dengan puluhan dump truck, dan terpantau aktifitas bongkar muat telah selesai pada dini hari, Senin (16/11) ditampung mitra perusahaan PT Timah yang berada di kawasan Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, yakni PT Samudera Kopan Metalindo. Terdokumentasi oleh jejaring media Pers Babel, tampak tumpukan tin slag milik PT Timah berada di dalam lokasi pabrik tidak jauh dari bangunan gudang pabrik perusahaan.

Meskipun, kehadiran jejaring media Pers Babel bersama Ormas Babel disambut baik oleh pihak perusahaan pabrik smelter PT Samudera Kopan Metalindo, bahkan disambut langsung oleh Rudi yang diketahui sebagai direktur perusahaan PT Samudera Kopan Metalindo, namun Pers Babel sangat minin mendapatkan kejelasan informasi dan data terkait dengan kelengkapan perizinan sebagai penampungan, pengelolaan limbah B3 dan perjanjian kerjasama peleburan yang dimiliki oleh perusahaan ini.

Rudi Medan, Direktur Perusahaan PT Samudera Kopan Metalindo saat di wawancarai media (Foto : Ist)

Rudi Medan hanya mengatakan bahwa ribuan ton tin slag yang diantar oleh ekspedisi ke pabrik smelternya adalah milik PT Timah. Ketika ditanya terkait perizinan pengangkutan, penampungan, pengelolaan tin slag diketahui masih merupakan limbah B3, serta perjanjian kerjasama jasa peleburan dengan PT Timah, Rudi malah meminta Pers Babel untuk menanyakan ke PT Timah yang dianggapnya mempunyai perizinan yang lengkap terkait dengan tin slag yang akan dilebur di pabrik smelter PT Samudera Kopan Metalindo. “Kita gak ngurusin izin pengirimannya, apa dan bagaimana itu urusan PT Timah dengan pihak ekspedisi, kita hanya menerima barangnya dan nggak ambil pusing dengan ekpedisinya atau sana situ yang lainnya,” kata Rudi.

Ia mengakui bahwa pihaknya hanya menjalani aturan sesuai dengan perjanjian kerjasama jasa peleburan dengan pihak PT Timah. “Kita hanya melaksanakan SPK (Surat Perjanjian Kerjasama -red) dengan PT Timah sesuai target untuk cepat selesai (dilebur -red),” katanya.

Namun, pihaknya membantah jika tin slag yang diterima semua berkadar SN 20% ke atas, bahkan dari ribuan tin slag ada beberapa ton yang tidak bisa dilebur lantaran kadar SN nya 0%, meskipun begitu, Rudi bangga bahwa smelternya memiliki teknologi yang sudah lulus uji kelayakan.

Ketika disinggung kembali surat perjanjian kerjasama (SPK) jasa peleburan dengan PT Timah untuk bisa diperlihatkan kepada Pers Babel, Rudi kembali menyampaikan agar menanyakan kepada PT Timah. “Untuk surat perjanjian kerjasama atau SPK nya silakan tanya kepada PT Timah saja,” jawab pria berkepala plontos ini sembari tertawa.Dari PT. Samudera Kopan Metalindo, jejaring media Pers Babel bersama Ormas Babel kemudian menuju Kantor PT. Timah guna mengklarifikasi permasalahan ini, sayang Kabid Komunikasi (Humas) PT Timah Tbk, Anggi Siahaan tidak bisa ditemui, lantaran saat itu sedang menghadiri rapat, demikian juga dengan pejabat lain PT Timah yang berkompeten tidak ada satu pun yang dapat memberi informasi atau klarifikasi terkait persoalan ini kepada awak media.

Patut diduga ada kongkalikong antar oknum pejabat PT Timah dengan mitra perusahaan yang memiliki smelter, dengan upaya menyeting tin slag menjadi limbah berkadar SN diatas 4℅. Dengan modus menganggap tin slag adalah limbah hasil produksi yang nantinya dihapus dari daftar aset perusahaan, maka ini disinyalir menjadi sumber pendapatan lain oknum PT Timah Tbk. (pers babel)

Artikel ini telah dibaca 903 kali

Baca Lainnya