Darurat Tambang Ilegal di Perairan Parittiga Jebus, Belembang Diputus Jebu Laut Jalan Terus

Ratusan ponton isap produksi (PIP) yang beraktivitas secara ilegal di perairan Jebu Laut, Desa kelabat, Kecamatan Parittiga Jebus, Bangka Barat (Tbo)

TBOnline, BANGKA BARAT ¦ Penertiban aktivitas tambang timah (ponton) diduga ilegal yang dilakukan aparat gabungan TNI/Polri, Satpol PP beserta pemerintahan desa setempat di wilayah perairan Belembang, Desa Bakit, Parittiga-Jebus, Bangka Barat, pada Rabu (3/7/2024) kemarin, menunjukan sikap tegas aparat hukum dalam menegakan aturan perundang-undangan soal tambang timah ilegal, apalagi aktivitas ini berpotensi menimbulkan konflik dan gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

Namun, terdapat aktivitas serupa yang seperti luput dari perhatian, masih dalam satu wilayah Parittiga-Jebus, ratusan ponton (PIP) hingga saat ini masih nyaman beroperasi secara ilegal di perairan Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat, tanpa tersentuh hukum.

Bacaan Lainnya

Penelisikan Tbo, modus sama dengan Belembang juga diduga digunakan para oknum untuk menjaga kelangsungan aktivitas ratusan ponton di Jebu Laut ini, dengan mengatasnamakan tokoh pemuda setempat, beredar sebuah selebaran yang belum terkonfirmasi berisi pengumuman terkait aktivitas ini, bunyinya : Diberitahukan kepada seluruh warga Dusun Jebu Laut, bahwa aktifitas tambang timah yang ada di perairan Jebu Laut (khususnya TI Apung / ngereman) dikhususkan hanya warga Desa Kelabat. Apabila ada warga di luar wilayah Desa Kelabat, tidak diperbolehkan untuk melakukan aktifitas di laut (ngereman). Apabila ada yang melangar kesepakatan yang ada di Dusun Jebu Laut ini (baik speed boot / orang luar terkhusus perempuan) maka akan dikenakan sanksi sebesar Rp.2.000.000 (dua juta rupiah). Demikianlah pemberitahuan ini dibuat agar dapat dipatuhi. Perwakilan tokoh pemuda Jebu Laut (Muliadi, Supriyadin, La oda, Rahman).

Saat berita ini di publish, Tbo masih terus mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait soal aktivitas tambang diduga ilegal di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat ini, juga informasi soal dugaan terdapat pemodal besar yang menampung seluruh hasil timah dari kegiatan ilegal ini untuk kemudian dipasarkan ke luar Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *