Nasional

Selasa, 22 Juni 2021 - 05:01 WIB

1 bulan yang lalu

Buntut Wartawan ‘BODONG’ Bupati Ade Yasin, Awak Media Gelar Long March Menuju Pendopo

TBOnline [BOGOR] — Para jurnalis media cetak dan online yang tergabung dalam Aliansi Insan Pers Bogor Raya melakukan long march dari gedung KNPI menuju pendopo untuk menemui Bupati Bogor Ade Yasin, Senin (21/06/2021).

Para jurnalis saat menggelar long march menuju Pendopo Bupati Bogor (Foto : Pencus / TBO)

Aksi ini menyusul pernyataan Bupati Ade Yasin sebelumnya terkait wartawan ‘ASLI’ dan wartawan ‘BODREX’ yang ia tuding kerap melakukan pemerasan kepada kepala desa. Pernyataan ini dianggap memicu perpecahan di kalangan jurnalis.

Aksi dengan penjagaan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP ini sempat memanas dan berujung ricuh, ditengarai karena ada oknum yang masuk ke dalam arena aksi dan melakukan provokasi, akibatnya salah seorang awak media mengalami luka dan di bawa ke rumah sakit terdekat.

Para awak media membubarkan diri, setelah tidak berhasil menemui Bupati Bogor.

Sebelumnya, saat menghadiri acara Rebo Keliling di Kecamatan Klapanunggal, Rabu (16/6) lalu, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengungkapkan kegeramannya terhadap lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan wartawan gadungan yang selama ini mengganggu kinerja para kepala desa (kades).

Yasin menyebutkan, selama ini para kades diganggu oleh sejumlah LSM dan wartawan yang tidak jelas identitasnya. Sehingga mereka kesulitan untuk bekerja.

“Jadi kades sering didatangi wartawan ‘bodrek’, atau LSM yang tidak jelas identitasnya, atau juga oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum. Keberadaan oknum-oknum ini mengganggu kinerja kita, mencari-cari kesalahan,” ujar Ade Yasin.

Oleh karena itu, Ade Yasin mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bogor AKBP Harun. Dia meminta agar aparat melakukan tindakan atas aksi para oknum yang mengganggu dan melakukan tindakan pemerasan.

Ade Yasin, Bupati Bogor (Foto : Ist)

“Untuk urusan pembangunan yang bersumber dari dana Samisade, atau anggaran lainnya, Kepala desa harus berani kalau tidak merasa salah hadapi saja. Jika ada wartawan ‘bodrek’ yang mengganggu laporkan ke Kapolsek dan Danramil,” tegasnya.

Ade Yasin menambahkan, dalam kegiatannya, dia membawa sejumlah wartawan yang menurutnya memiliki identitas dan media yang jelas untuk menyingkirkan para wartawan bodong tersebut. Sekaligus untuk memperlihatkan kondisi di lapangan terkait maraknya wartawan-wartawan bodong di sejumlah desa. Pencus M. Hutabarat

Artikel ini telah dibaca 448 kali

Baca Lainnya