Oase

Sabtu, 20 Maret 2021 - 18:59 WIB

4 bulan yang lalu

Bincang Bincang Dengan YouTubers : KLB – Ko Lho Bisa, “Drama” di Saat Kita Perang Semesta

TBOnline [SUKABUMI] — Gampang-gampang susah, menjawab persoalan  intelektual seorang akademisi yang visioner sepantasnyalah menjelma menjadi pemuda  harapan bangsa.

Selain berpenampilannya yang selalu rapih dan juga sopan, simple serta ramah, dalam kesederhanaannya Hamid pun punya banyak gemar selain seneng ngobrol juga hoby membuat konten vidio yang di unggah langsung ke chanel YouTube milik pribadinya ‘HAMID Talks.

Namun siapa sangka dibalik penampilannya yang spesial ia pun punya banyak cerita, ide dan  gagasan brilian dalam pemikirannya.

Sebut saja Abdul Hamid yang akrab di panggil Hamid  begitu cepat seakan tak terasa, 25 Tahun telah berlalu di Kampung Ciwangun Desa Palasarigirang Kecamatan Kalapanunggal, Hamid lahir dan dibesarkan oleh keduanya pasangan suami isteri (Pasutri), Latif (53) dan iis (50).

Meski terlahir dan tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda kampung Tapi sudah tentu Hamid tidak kampungan-kampungan amat lho.

Hamid memang masih dan sedang kuliah di Universitas Pramadina Jakarta, Pasca Sarjana Jurusan Fakultas Ilmu Komunikasi Politik, wajar saja pertanyaan Hamid ada relevansinya dengan basik pendidikan di bangku kuliahnya saat ini.

Penasarankah anda, apa yang Hamid pertanyakan, selaku Ketua DPAC PD Kalapanunggal terkait Pemberitaan ‘KLB’ yang lagi viral di berbagai media.

Tunggu dulu, sebelum kegiatan podcast itu berlangsung terselip dalam sela obrolan guyonannya,

“Bisa-bisanya yah pak, dalam situasi covid seperti sekarang ini orang-orang itu bukannya menyelesaikan masalah  tapi malah jadi tambah masalah bagi Bangsa dan Negara kenapa harus KLB sih, padahal bikin partai itu jauh lebih mulia dan terhormat”

Tanya Hamid sambil tersenyum sipu di lokasi podcast Kp. Pasir Awi Desa Palasarigirang Kecamatan Kalapanunggal, Kamis sore, (18/3/21).

Dalam sesi ngobrol serta ngopi bareng Kang Hamid, secara spontan ada 3 (tiga) poin yang di  tanyakan selaku Ketua DPAC PD Kalapanunggal dengan Poin sebagai berikut ;

Poin Pertama,
Bagaimana ceritanya dan sejak Kapan  bisa Masuk Jadi Kader Demokrat.?

Perkenankan sedikit bercerita tentang history atau masa lalu, bagaimana sejarahnya bisa masuk menjadi kader Partai Demokrat hingga hari ini masih tetap eksis menjadi Ketua DPAC PD Kecamatan Kalapanunggal yang syah menurut AD/ART Partai Demokrat melalui proses MUSANCAB yang di gelar DPD dan DPC Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat – Kabupaten Sukabumi  tahun lalu di Gedung Disen Kecamatan Cisaat – Sukabumi.

Dengan jujur, tertariknya menjadi kader Partai Demokrat bukan saja karena Idiologi kepartaiannya, yang Nasionalis, Religius tapi karena figur dan Ketokohannya yang diakui oleh warga dunia sebagai Negarawan sejati identik melambangkan seorang Kesatria Sang Perwira pembela Bangsa ialah sosok Bapak SBY (Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono).

Berbicara soal idiologi Partai itu semua hampir sama ada sedikit perbedaan dengan ada banyak kesamaan begitupun sebaliknya.

Namun, tujuan berpartai itukan sebetulnya sama selain menjadi salah satu penyelenggara Negara yang Demokratis, niat dan tujunnya’kan ingin menciptakan serta membangun Negara yang “Baldatun Toyibun Warobun Ghofur, Negara yang Tentram Adil dan Makmur, Gemah Ripah Repeh Rapih Lohjinawi Aman tentram kerta raharja”, kurang lebih seperti itulah kalau orang jawa bilang.

Poin Kedua,
Bagaimana Kondisi Kader di Kalapanunggal dan sekirarnya Pasca adanya KLB.?

Alhamdulilah berbicara soliditas kader Demokrat di akar rumput, bukan saja hanya Kalapanunggal tapi ada 47 Pac – 386 Ranting di Kabupaten Sukabumi sangat solid berada di bawah kepemimpinan ketua DPC, pak Hendar Darosono dan Pak Irfan di Jawa Barat, itu pembuktian kader demokrat di akar rumput tentang soliditas dan kesetiaannya terhadap kepemimpinan ketum AHY yang syah menurut aturan yang berlaku serta terlahir dari hasil Kongres Luar Biasa Partai Demokrat Tahun 2020 lalu.

Poin Ketiga,
Pasca adanya KLB, apa harapan bapak dan kader di grassroot terhadap pemerintah saat ini.?

Sekali lagi kami sampaikan bahwa kami kader Partai Demokrat di akar rumput tidak mengakui adanya KLB Partai Demokrat di Sibolangit, drama yang dipertontonkan di Sibolangit itu, konon hanyalah pertemuan para mantan kader dari berbagai kader partai ada disitu berKumpul loba lobi Buat boros biaya hanya sekedar ngopa ngopi.

Kami yakin dan percaya untuk selamanya Pemerintah akan selalu hadir menjaga keutuhan anak bangsa dengan berlaku tegas yang berkeadilan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman yang datang, baik itu dari dalam maupun luar.

Oleh : Dedi Supriadi (Cobra), Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi

Artikel ini telah dibaca 369 kali

Baca Lainnya