Nasional

Minggu, 8 Agustus 2021 - 15:14 WIB

2 bulan yang lalu

Banyak Berikan Kontribusi, PT LSM Adakan Pertemuan Dengan Masyarakat Penambang Tanjung Rhu

TBOnline [BANGKA BELITUNG] — Masyarakat penambang di wilayah Tanjung Rhu, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, menggelar pertemuan dengan pihak PT Lautan Sarana Mandiri (LSM), pada Minggu (08/08/2021).Pihak legal PT LSM Dr. Adystia Sunggara SH,. MH di sela pertemuan menceritakan bagaimana awalnya PT LSM berkeinginan untuk melakukan penambangan menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) namun tidak mendapat dukungan masyarakat, kemudian ada saran kepada perusahaan untuk menggunakan Ponton Isap produksi (PIP) dengan alasan dapat memberdayakan masyarakat setempat.

“Maka kami mengucapkan terima kasih buat teman-teman yang sudah bekerjasama dengan baik, dan sudah memberikan kontribusi kepada PT. LSM sebagai mitra, khusus nya kepada masyarakat Desa Bakit,” ujar Adystia.

Ditambahkannya, sejak PT. LSM melakukan penambangan dengan ponton isap produksi (PIP) terdapat juga suara tidak setuju, meski penambangan yang dilakukan PT. LSM telah memberikan manfaat langsung kepada 544 KK di Desa Bakit.

“Namun ada tetangga sekitar desa kemudian kelompok nelayan yang tidak mendukung kegiatan penambangan yang dilakukan PT. LSM, apalagi menyoal tambang di Teluk Kelabat Dalam dan Tanjung Kelabat,” katanya.

Bahkan lanjut Adystia, pihaknya sudah beberapa kali dipanggil pihak kepolisian daerah (Polda) yang menanyakan tentang legalitas perusahaan.“Legalitas dan perizinan kita lengkap dan sudah diserahkan ke Polda yang kemudian melakukan penelitian dan evaluasi terhadap berkas-berkas kami,” katanya.

Terkait penambangan di IUP PT LSM, Adystia menjelaskan pihaknya memberikan izin namun dengan tetap mempedomani aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kemarin 34 orang pihak forkompinda bersama aparat penegak hukum datang ke Bakit untuk meninjau secara langsung kegiatan penambangan, kedatangan ini berdasarkan laporan masyarakat nelayan. Kemudian setelah dilakukan evaluasi aparat penegak hukum melakukan penertiban terhadap kegiatan penambangan ilegal. Minggu depan mulai Senin mungkin akan ada penertiban, tapi kita tidak tahu sampai kapan berlangsungnya. Yang jelas diperkenankan untuk bekerja pada IUP PT. LSM sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang mengacu kepada peraturan yang berlaku,” ungkap Adystia.

Terlebih di masa pandemi covid 19 yang cukup membuat masyarakat menjadi kesulitan mendapatkan tambahan ekonomi.

“Jangankan bertambah, bahkan untuk bertahan hidup pun sangat sulit,” katanya.

Namun kondisi berbeda dialami masyarakat Desa Bakit, karena dengan ada nya aktivitas penambangan di Teluk Kelabat (Tanjung Rhu, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga) masyarakat merasakan perputaran roda perekonomian.

Seperti yang dirasakan Ace Amoy, warga sekitar yang sehari-hari menunggu para penambang timah naik ke darat sehabis bekerja, menurut Ace Amoy penambang selalu berbagi kepada masyarakat setempat.

“Kami sangat terbantu karena kita bisa kasih anak-anak kita jajan dan tambahan sekolah, apalagi di masa pandemi covid seperti ini,” kata Ace Amoy.

Sama hal nya yang dirasakan Asikin, pembina Yayasan Masjid Baitul Al-Muttaqin yang merangkap ketua panitia saat ditemui di lokasi Pantai Tanjung Rhu, mengatakan ada nya aktivitas penambangan di Teluk Kelabat Tanjung Rhu, sangat menunjang perekonomian masyarakat.

“Contohnya dalam membangun masjid, kalau mau berharap dari nelayan, saya jamin Masjid Desa Bakit tidak akan selesai, apalagi bangunan masjid di Desa Bakit membutuhkan dana paling tidak Rp 1,7 miliar, maka kami pun bermusyawarah mengenai aktivitas tambang demi kemaslahatan umat, kami melakukan kegiatan di perairan Tanjung Rhu, Desa Bakit,” ungkap Asikin atau yang akrab disapa Atan.Diketahui, PT LSM dalam 3 minggu sudah memberikan kontribusi senilai Rp640 juta lebih dari hasil kegiatan penambangan, yang dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan masjid, setiap minggu bantuan disalurkan. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 427 kali

Baca Lainnya