Berita Daerah

Rabu, 23 Februari 2022 - 08:55 WIB

6 bulan yang lalu

ILUSTRASI - Kerbau dalam program UPPO (foto : antara)

ILUSTRASI - Kerbau dalam program UPPO (foto : antara)

Bantuan Program UPPO Poktan Hanyur Bajur Sindanghayu Diduga Tidak Transparan

TBOnline [PANDEGLANG] — Bantuan kerbau dalam Program Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) bagi Kelompok Tani (Poktan) Hanyur Bajur 3 di Kampung Pasir Eurih, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga tidak transparan dalam penggunaan dan pemanfaatannya.

Sumber TBO di lokasi menyebut kerbau yang seharusnya dibelikan 8 ekor, kenyataannya hanya dibelikan 5 ekor.

“Ketua tidak transparan kepada pengurus dan anggota Poktan Hanyur Bajur 3, kerbau yang seharusnya 8 ekor hanya dibelikan 5 ekor,” ungkap sumber yang minta namanya tidak disebut ini pekan lalu.

Bahkan untuk mengelabui tim survey yang monitor ke lokasi terkait jumlah kerbau ini, ketua diduga meminjam kerbau milik anggota sebanyak 3 ekor, agar sesuai dengan jumlah pertanggungjawaban 8 ekor.

Tidak hanya jumlah kerbau, sumber ini juga menyebut dugaan pembelian mesin rumput yang seharusnya baru, namun kenyataan di lapangan Poktan Hanyur Bajur 3 malah membeli mesin rumput bekas.

Diketahui, dalam item kegiatan bantuan FMSRB (Flood Management in Selected River Basins) terdapat salah satu kegiatan pengadaan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) yang berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah melalui penggunaan pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran hewan kerbau maupun sapi yang disalurkan kepada penerima manfaat kelompok tani. Roni

Artikel ini telah dibaca 441 kali

Baca Lainnya