Headline Metropolitan

Jumat, 20 Agustus 2021 - 08:37 WIB

1 bulan yang lalu

Yuningsih (sebelah kanan berjaket hitam) saat proses pengambilan mobil milik nya (Foto : Tbo)

Yuningsih (sebelah kanan berjaket hitam) saat proses pengambilan mobil milik nya (Foto : Tbo)

Yuningsih, Mengais Keadilan di Polres Tangerang Selatan (bagian kedua)

TBOnline [JAKARTA] — Upaya konstitusional Yuningsih, warga Serpong City Paradise, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, dalam memperjuangkan keadilan atas perkara pengambilan mobil milik nya yang diduga dilakukan secara melawan hukum oleh pihak debt collector yang mengatasnamakan PT BFI Finance Indonesia, kini akan di uji penyidik Polres Tangerang Selatan.

Surat undangan klarifikasi oleh pihak Polres Tangsel bernomor : B/3985/VIII/RES.1.24/2021/Reskrim, tanggal 12 Agustus 2021 yang ditujukan kepada Yuningsih (Foto : Tbo)

Lewat surat undangan klarifikasi bernomor : B/3985/VIII/RES.1.24/2021/Reskrim, Tanggal 12 Agustus 2021 yang ditujukan kepada Yuningsih, pihak Polres Tangsel lewat penyidik IPDA Winarno Setiyanto dan BRIPTU Indra Pujianto, agendanya akan melakukan klarifikasi dan penyelidikan kepada Yuningsih pada Jum’at, 20 Agustus 2021. Hal ini berdasarkan Laporan Informasi Nomor : R/L.I/89/VIII/2021/Reskrim serta Surat Perintah Penyelidikan Nomor : SP Lidik/1415/VIII/RES.1.24/2021/Reskrim, pada 12 Agustus 2021.

“Semoga perkara saya ini secepat mungkin menemui titik terang, saya yakin penyidik Polres Tangsel profesional,” singkat Yuningsih, Jum’at (20/08) pagi.

Diketahui, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020, perusahaan pemberi kredit atau kreditur (leasing) tidak bisa mengeksekusi obyek jaminan fidusia atau agunan seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.

Perusahaan pembiayaan harus terlebih dahulu meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri untuk bisa menarik obyek jaminan fidusia.

Rizky Nadian (head coll) dari pihak PT BFI tengah memperlihatkan surat peringatan (somasi) yang dilayangkan pihak Yuningsih (Foto : Tbo)

Namun, perusahaan leasing tetap bisa menarik jaminan dari debitur penunggak cicilan dengan syarat pihak debitur mengakui adanya wanprestasi, mengenai wanpretasi ini MK menyatakan pihak debitur maupun kreditur harus bersepakat terlebih dahulu untuk menentukan kondisi seperti apa yang membuat wanpretasi terjadi. Red

Artikel ini telah dibaca 365 kali

Baca Lainnya