Toro Mendekam, Amril Kok Masih Melenggang ? –Komunitas Jurnalis Riau Minta KPK Tangkap Bupati AM-

Jurnalis Riau tengah melakukan aksi di depan gedung KPK [foto: kabartoday]

TBOnline [JAKARTA] – Setelah sebelumnya melakukan aksi damai di Kejaksaan Agung RI, kembali Komunitas Jurnalis Riau turun aksi didepan Gedung Merah-Putih Komisi Pemberantas Korupsi (KPK),  Jum’at (16/08/2019), aksi ini dilaksanakan sekira pukul 13.30 Wib.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat diperiksa KPK [foto: beritatagar]
Penanggungjawab aksi, Suriani Siboro dalam orasinya meminta KPK segera menangkap Amril Mukminin yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada Mei 2019 lalu. Hal ini  agar insan pers yang aktif membuka kasus korupsi melalui karya jurnalisnya seperti yang dialami Toro Ziduhu Laia, Pemimpin Redaksi harianberantas.co.Id tidak lagi dikriminalisasi. Toro diketahui aktif membuka kasus dugaan korupsi bansos senilai Rp 272 Miliar TA 2012 yang melibatkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, namun bukannya mendapat penghargaan Toro malah dipidana melalui UU ITE, saat ini Toro mendekam di Rutan Kelas II B Jl Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, Riau . “Kami insan pers Indonesia atas nama Komunitas Jurnalis Riau, mendesak KPK untuk segera melakukan penangkapan terhadap AM Bupati Bengkalis yang telah ditetapkan tersangka sejak Mei 2019 lalu,” teriak Suriani.

Bacaan Lainnya

Permintaan ini, lanjut Suriani agar para jurnalis yang berada di Riau tidak lagi dikriminalisasi akibat membongkar kasus-kasus korupsi. “Atau tidak lagi ada Toro-Toro lain di Riau yang dikriminalisasi gara-gara pemberitaan tentang korupsi,”  tegasnya. “Jika sudah melakukan proses yang dilalui, hingga ditetapkannya sebagai tersangka maka KPK harus segera melakukan penangkapan terhadap AM Bupati Bengkalis. Agar masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat Riau khususnya tetap mempercayai kinerja KPK yang tidak tebang pilih dalam memberantas Korupsi”.

Kuasa hukum Toro, Bowo Naso Laia menyatakan bahwa jika insan pers yang getol membongkar kasus dugaan korupsi lewat karya jurnalisnya bisa dikriminalisasi, Lalu bagaimana dengan AM Bupati Bengkalis?, yang jelas-jelas telah ditetapkan sebagai tersangka masih menghirup udara bebas,” heran Bowo.

Sidang dugaan Pencemaran nama baik dengan terdakwa Toro Laia di Pengadilan Negeri I-A Pekanbaru, Jalan Teratai [foto: ridarnews]
Sementara itu, Ismail Sarlata penanggungjawab orasi 1 menyatakan bahwa kegiatan ini murni aksi rasa peduli insan pers yang dikriminalisasi, yang diduga dilakukan oleh AM Bupati Bengkalis terhadap Pers yang getol memberantas dugaan korupsi yang diduga telah dilakukannya. “Agar tidak lagi terjadi dugaan kerugian negara serta penyalahgunaan wewenang, maka KPK harus segera tangkap AM Bupati Bengkalis yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” pinta Ismail Sarlata. Jika KPK tidak  segera melakukan penangkapan terhadap AM Bupati Bengkalis, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah melakukan penyitaan uang sebesar Rp 1,9 Miliar yang diduga hasil kejahatan. Maka KPK harus mencabut status tersangka AM dan memulihkan nama baiknya serta segera mengembalikan uang sitaan tersebut ke kas negara, lanjut Ismail.

Selain itu, para insan pers juga meminta Ketua KPK dan atau yang mewakili untuk dapat memberikan penjelasan terkait proses hukum dugaan korupsi AM Bupati Bengkalis yang saat ini belum dilakukan penangkapan setelah pencekalan keluar negeri hingga penetapan sebagai tersangka.

Usai pelaksanaan aksi, Fauzan dan Bowo Naso Laia kuasa hukum Toro Ziduhu Laia beserta 7 (tujuh) jurnalis mewakili Komunitas Jurnalis Riau memasuki Gedung KPK untuk audiensi bersama staf KPK. Ilham AR [dirangkum dari berbagai sumber]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *