Satu Komando

Jumat, 14 Agustus 2020 - 07:46 WIB

1 bulan yang lalu

TNI WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN — Koramil 2202/Palabuhan Ratu Ajak Petani Tanam Bawang Lewat Program Demplot Bios 44

TBOnline [SATU KOMANDO] — Program demontration plot [demplot] Bios 44 sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan, diselenggarakan Koramil 2202/Palabuhanratu [Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi] dengan penanaman bawang merah di Desa Loji, Kecamatan Simpenan,-Kabupaten Sukabumi, Kamis [13/08/2020]. Danramil 2202/Palabuhanratu, Kapten Inf Budi Hadi Priyadi mengatakan, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi mencanangkan pembuatan demplot-demplot percontohan di setiap desa, sebagai salah satu program untuk menstabilkan cadangan pangan di masa pandemi Covid-19, yang merupakan program pemerintah pusat dan daerah.

“Program ini dijalankan para babinsa di setiap desa, dengan menggunakan pupuk cair Bios 44 yang dibuat secara permentasi oleh Kodam III/Siliwangi, dan dikembangkan oleh Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi,” ujarnya. Budi mejelaskan, bahwa pupuk ini praktis dan tidak kalah dengan pupuk organik yang dibuat pabrik. Dengan tujuan utama untuk meningkatkan hasil yang maksimal dan biaya seminimal mungkin.

“Sangat praktis dan efisien, sehingga kesejahteraan petani meningkat. Swasembada pangan tercapai, dan ketahanan pangan mantap. Ini semua yang kita inginkan,” terangnya.

Ia menuturkan, bahwa para petani memang tidak bisa langsung percaya kalau belum ada bukti. Dengan begitu, pihaknya membuat demplot-demplot percontohan dengan menggunakan Bios 44 tersebut.

“Mulai dari olah lahan, masa tanam disaat usia tanam dan panen hasilnya bisa dibandingkan dengan pupuk-pupuk yang lain. Bios ini serba guna, bisa untuk ternak, pupuk pohon dan tanaman. Bahkan untuk menetralkan air yang sudah tidak bisa ditanam ikan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurutnya pihaknya juga sudah membuat demplot-demplot kolam ikan, padi dan bawang. “Kita sudah buat semua itu. Sehingga nantinya para petani bisa melihat secara langsung. Semoga kesejahteraan petani meningkat setelah nantinya mereka menggunakan Bios 44 ini,” pungkasnya. Diketahui, Bios 44 awalnya sengaja diciptakan TNI untuk pencegahan kebakaran hutan gambut yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan dan sekitarnya.

Namun, belakang terus dikembangkan menjadi sebuah pupuk unggulan untuk kesuburan tanah guna meningkatkan hasil produksi tanaman, persawahan dan perikanan.

Naskah & Foto ; Pasiter Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi

Editor ; Ilham /[red]

Artikel ini telah dibaca 264 kali

Baca Lainnya