Tak Serius Dengan Pansus Ketua DPRD Bongkar “Dosa” Aqua (Bagian 3)

0
494

Wak Tarbus : “Persamuhan Senin di Cicurug antara pihak legislatif (DPRD Kabupaten Sukabumi) dengan AQUA memunculkan dua pernyataan bertolak. Ketua DPRD Agus Mulyadi tegas menyinggung rekomendasi Pansus belum satupun yang dijalankan AQUA. sementara pihak AQUA, melalui Humas Murtejo menyatakan yang 15 % untuk masyarakat sudah clear bahkan melebihi izin pengambilan air yang dimiliki (SIPA). Semua pihak harus jembar, karena toh, belum ditemukan data yang sunguh-sungguh valid dan dapat dipertanggungjawabkan, tentang berapa hitungan sebenarnya AQUA menimba air di Kabupaten Sukabumi. Mungkin hanya TUHAN dan MANAJEMEN AQUA yang tahu. Wallahualam”.   

 

TB- Online, Sukabumi

Merealisasikan janjinya terkait deadlock nya rekomendasi Pansus Aqua, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi menyambangi pabrik Aqua di Kecamatan Cicurug, Senin (7/5/2018). Kehadiran Agus tak sendiri, bersamanya tampak  Wakil Ketua DPRD M Jaenudin dan Mansurudin, mantan Ketua Pansus Aqua Deni Gunawan,  Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Abdul Kodir dari Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Staf Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, unsur Kecamatan dan desa setempat serta perwakilan serikat buruh SPDAG.

Baca Juga : Tak Serius Dengan Pansus Ketua DPRD Bongkar “Dosa” Aqua (Bagian 2)

Pada saat jumpa pers bersama pihak Aqua, Ketua DPRD menegaskan maksud kedatangannya.  “Kunker ini menindaklanjuti rekomendasi Pansus sejak Juni 2017 lalu sebanyak enam poin. Keenam poin rekomendasi itu, pertama penggunaan satu sumber mata air oleh PT AGM dan PT Aqua Tirta Investama (TIV), pengelolaan CSR PT AGM dan PT Aqua TIV, kewajiban 15 persen dari izin yang diberikan sesuai aturan untuk diberikan ke masyarakat, kerjasama pemerintah daerah dengan Aqua mengenai bapak angkat salah satu cabang olah raga, dan kewajiban pengamanan sumber mata air seluas 5 hektare,” jelasnya. Menurut ketua DPRD dari 6 rekomendasi pansus, hingga kini belum satupun yang dijalankan pihak Aqua, sehingga DPRD memberikan ultimatum agar Aqua merealisasikan rekomendasi pansus dalam 30 hari kedepan. “Alhamdulillah semuanya masih dalam proses, dalam 10 bulan belum ada yang dilaksanakan. Hari ini kita meminta kembali pimpinan pansus yang sudah dibubarkan, unsur pimpinan DPRD, eksklusif dan manajemen perusahaan untuk memberikan arahan dan merumuskan tahapan penyelesaian dalam 30 hari,” tegasnya.

Agus melanjutkan, apabila dalam waktu 30 hari kedepan terdapat indikasi untuk menghambat rekomendasi pansus, sanksinya bisa penghentian sementara kegiatan perusahaan atau penutupan salah satu usaha.

Sementara itu, Humas PT AGM Murtejo menegaskan bahwa Aqua mempunyai komitmen untuk menyelesaikan semua rekomendasi pansus itu. Dari enam poin rekomendasi pansus, poin terkait kewajiban 15 persen air yang harus dikeluarkan sudah dipenuhi. “Soal 15 persen dari air yang kita ambil diberikan kepada masyarakat saya rasa sudah lebih dari 130 liter debit air dari SIPA yang kita miliki,” jelasnya.

Baca Juga : Tak Serius Dengan Pansus Ketua DPRD Bongkar “Dosa” Aqua

Adapun terkait penyatuan PT AGM (Aqua Golden Mississipi) dan PT TIV (Tirta Investama), Murtejo menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu proses balik nama dari PT. TIV (Tirta Investama) menjadi PT. AGM yang memerlukan waktu karena masih menunggu proses di BKPM (Badan Kordinasi Penanaman Modal). “Hal ini karena terkait investasi dari luar negeri. Intinya kami beritikad untuk berjalan sesuai aturan,” katanya.

PT AGM menilai selama ini memang proses komunikasi tidak berjalan optimal, khususnya apa yang sudah dilakukan perusahaan. “Sebetulnya poin-poin tersebut sudah dilakukan dan sedang dalam proses, hanya saja karena kurangnya komunikasi jadi satu sama lain juga kurang mengetahui. kami berharap ke depan terjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah agar bisa saling membenahi,” pungkas Murtejo.

Bersambung…. (Redaksi)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of