Tak Cukup Bukti, Polsek Tambun Selatan Lepas Pedagang Tramadol

0
684
Toko Obat Dan Kosmetik, yang diduga menjual obat-obatan jenis G

Wak Tarbus : “Bekasi Kabarnya Surga Eximer dan Tramadol, Sikat TUNTAS Laee”

 

Bekasi, TB Online

Bermerek toko obat dan kosmetik, sejumlah pedagang di Bekasi kedapatan menjual berbagai obat jenis G yang kini banyak dicandui generasi muda. Penelusuran TBO pekan kemarin diwilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, bermula ketika seorang remaja kedapatan membeli tramadol disalah satu toko obat dan kosmetik di Kampung Buwek RT 01 RW 22, Desa Sumber Jaya, Tambun Selatan, Bekasi. Ketika dipergoki  TBO, penjual bernama Boniamin ini langsung berusaha menghilangkan barang bukti (BB) dengan memasukan tramadol kedalam kantong celananya dan  setengah berlari menuju ruang belakang toko. Ketika dikejar TBO, dan diminta menunjukan barang bukti (BB) tadi, penjual ini berkilah tidak memiliki obat tersebut, diduga tramadol tersebut dibuang kedalam toilet kamar mandi.

TBO bersama Bhabinmas Kadir di lokasi penjualan tramadhol

Dalam rekaman video yang dimiliki TBO, penjual ini mengakui menjual tramadol dengan keuntungan Rp 300 ribu perharinya. Sedapnya, dalam upaya menghindari jerat hukum, penjual ini sempat menelepon seseorang yang diakuinya sebagai anggota Polres Bekasi. “Sini bang ada yang mau bicara,” katanya kepada TBO. Diujung telepon, orang yang diakui penjual tramadol ini sebagai anggota Polres Bekasi, meminta TBO untuk menunggu kedatangannya.

Lebih satu jam TBO menunggu, karena belum ada tanda-tanda kedatangan, TBO lantas menemui Yakub, Ketua RT setempat dan menanyakan perihal toko obat dan kosmetik yang menjual tramadol diwilayahnya. “Setahu saya toko tersebut, hanya menjual kosmetik saja,” aku Yakub. Dihadapan Ketua RT Yakub, Boniman mengakui menjual tramadol. “Baru 5 bulan ini pak,” tukasnya. Mendapat informasi ini, Yakub segera mengontak Binmaspol Desa Sumber Jaya, Kadir. Dari sini Boniman kemudian dibawa ke Mapolsek Tambun Selatan.

Bukti video tramadol pada saat transaksi, dan kemudian diduga dihilangkan penjual

Sayang, Polsek Tambun Selatan tidak dapat melanjutkan proses hukum terhadap toko obat dan kosmetik tersebut yang diduga kuat menjual tramadol dan eximer. “Tidak ada barang bukti untuk menahannya,” ujar Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Rahmat Widjatmiko, diruang kerjanya (8/3) kemarin, meski TBO menunjukan bukti video pada saat transaksi tramadol di toko obat dan kosmetik tersebut.

Sementara itu, aktivis LSM MAK, yang juga pegiat sosial dan kemasyarakatan, Johannes Hutabarat menyampaikan bahwasanya tramadol dan excimer termasuk kategori obat resep yang sifatnya kecanduan yang erat kaitannya dengan kekambuhan (relapsing) yang akan mengakibatkan ketahap rehabilitasi medis. “Kenyataannya, meski masalah tingkat peredaran penyalahgunaan obat terlarang ini sangat tinggi, namun penindakan sangat jarang dilakukan ke tempat-tempat wilayah rawan obat terlarang. Seperti toko obat dan kosmetik di Bekasi ini,” ujarnya. Hutabarat bahkan akan menyampaikan hal ini ke Polda Metrojaya. Karena bahkan menurutnya, Presiden Jokowi setuju bila para pengedar obat-obatan ilegal ditembak ditempat. “Bila mereka melawan aparat saat ditangkap, pelepasan peluru senjata api adalah langkah yang dibenarkan secara prosedur,” tutur Hutabarat menirukan ucapan Presiden Jokowi.

Ditempat terpisah, Diori P. Ambar, seorang masyarakat Bekasi mengharapkan pihak kepolisian khususnya diwilayah hukum Bekasi, harus menunjukan hasil kerjanya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan obat-obat terlarang.

(bersambung) – redaksi*

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of