Tagihan Lunas Tapi Blacklist BI Checking, Konsumen di Sukabumi Bakal Lapor ke BPSK

(Ilustrasi) Perusahaan pembiayaan BCA Finance (Ist)

TBOnline, SUKABUMI ¦ Meski hutang sudah lunas, namun nama masih belum bersih dalam catatan skor kredit SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (sebelumnya BI Checking) yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Imbasnya, sulit mengajukan pinjaman ke bank maupun tempat penyedia pinjaman lainnya. Inilah yang dialami LS (51) warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

LS menuturkan sejak tahun 2019 silam, seluruh kewajiban kreditnya sudah diselesaikan melalui perusahaan pembiayaan BCA Finance Cabang Sukabumi, bahkan ia telah memperoleh bukti lunas dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) atas namanya sendiri, namun anehnya hingga kini terhitung 5 tahun catatan kreditnya di SLIK masih buruk, berbagai upaya pun sudah dilakukan LS, namun hasilnya nol besar.  

“Pada 2019 saya lunasi kredit sebesar Rp70 juta dan sudah mendapatkan bukti lunas serta BPKB, namun BI checking masih aktif, sehingga berimbas ke usaha saya karena tidak bisa mengajukan pinjaman ke setiap bank, sekarang siapa yang mau tanggung jawab. Berbagai upaya sudah saya lakukan untuk penonaktifan BI checking ini, namun belum ada hasil hingga sekarang, yang ada malah keluar uang banyak untuk biaya operasional,” kata LS, belum lama ini.

Yang membuat LS kian meradang ialah cerita dibalik kredit mobil Toyota Kijang Inova 2.0 G pada 2016 silam yang membuat rekor kreditnya buruk dalam SLIK OJK ini. Dikisahkan LS, saat itu data kependudukannya dipinjam oleh seseorang berinisal D untuk membeli mobil Kijang Inova tersebut secara kredit melalui perusahaan pembiayaan (leasing) BCA Finance Cabang Sukabumi, sejak mobil didapatkan LS tidak pernah menggunakannya karena D menyewakannya ke perusahaan garmen yang berlokasi di wilayah Kecamatan Parungkuda. Bahkan setelah 6 bulan, D melakukan over kredit mobil tersebut kepada pihak lain berinisial E.

“Tiba-tiba ada penagihan ke saya, mungkin karena angsurannya tidak disetor, sampai akhirnya saya bayar seluruh tunggakan yang katanya sekitar Rp68 juta, saya bayar Rp70 juta kemudian dapat bukti lunas dan BPKB. Sehingga sekarang saya merasa sangat dirugikan dong, karena mobil tidak pernah saya pakai bahkan sudah keluar uang Rp70 juta, tapi BI checking saya masih aktif,” ujarnya.

Terbaru, LS telah mengkuasakan pengurusan masalah perbankan (BI checking) atas namanya ini kepada Jaya Taruna, yang segera akan mengambil langkah dengan membuat laporan ke pihak Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Jaya Taruna sendiri sebagai penerima kuasa dari LS, mengaku telah mengkonfirmasi pihak BCA Finance Cabang Sukabumi, dan sudah bertemu dengan salah seorang staf bernama Algia, namun saat itu Algia mengarahkan untuk menghubungi Riki, sebagai pihak terakhir yang menangani masalah pelunasan kredit atas nama LS.

“Lalu saya komunikasi ke Riki melalui telepon selular, dan ia mengarahkan agar si atas nama langsung (LS) yang datang ke Kantor BCA Finance Sukabumi untuk mengajukan surat pernyataan. Padahal menurut pengakuan LS, ia sebelumnya sudah pernah melakukan hal tersebut, namun masih saja belum ada penyelesaian. Maka dari itu, pada Rabu (12/6/24) ini, saya akan mendampingi LS untuk membuat pengaduan ke BPSK Kabupaten Sukabumi,” tukasnya.   

Dilansir dari finance.detik.com, pihak OJK akan memperbarui skor kredit pada SLIK dengan jangka waktu hingga 24 bulan, terhitung sejak tanggal terakhir pembayaran tunggakan kredit. Setelah melakukan pelunasan seluruh tagihan, meliputi tagihan pokok maupun bunganya, debitur dapat meminta surat yang menyatakan telah melunasi utang. Lalu, debitur dapat mengecek kembali data di SLIK OJK.

Berikut merupakan cara melihat skor kredit online melalui SLIK OJK.

1. Buka laman web https://idebku.ojk.go.id.
2. Klik menu “Pendaftaran” pada halaman utama. Cek ketersediaan layanan dengan mengisi seluruh kolom pada halaman, lalu klik “Selanjutnya”.
3. Isi data diri dengan benar dan lengkap. Lalu, klik “Selanjutnya”.
4. Lengkapi dokumen persyaratan seperti debitur, kewarganegaraan, jenis identitas, nomor identitas, dan captcha.’
5. Unggah foto diri dengan memperagakan instruksi yang diminta.
6.Checklist pernyataan kebenaran data dan klik “Ajukan Permohonan”.
7. Setelah pendaftaran berhasil, akan ada e-mail masuk dari OJK yang memuat informasi nomor pendaftaran.
8. Cek status permohonan pada menu “Status Layanan” dengan mengisi nomor pendaftaran.
9. OJK akan memproses permohonan iDeb dan mengirimkan hasil iDeb melalui e-mail, paling lama 1 hari kerja setelah pendaftaran dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *