Kabupaten Sukabumi Kriminal

Rabu, 8 Juli 2020 - 15:07 WIB

3 bulan yang lalu

Strategi Kades Dirja Miharja Mengantisipasi Tindak Kejahatan di Desa Pulosari

TBOnline [SUKABUMI] — FLASHBACK, pemberitaan kasus pedofilia yang terjadi belum lama ini di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal-Kabupaten Sukabumi, yang begitu banyak menarik perhatian pemburu berita, hingga menyisakan tanya terkait masa depan korban dan pelaku yang saat ini tengah ditangani sepenuhnya pihak Polres Sukabumi.

Kasus ini pun menyita perhatian warga, tak kurang obrolan seputar kejadian ini menjadi perbincangan hangat warga di berbagai tempat umum dan warung kopi.

Tak ingin berlarut dan mencoba bangkit dengan penuh optimisme, Kades Pulosari Dirja Miharja didampingi para tokoh desa menyampaikan berbagai strategi yang akan ia terapkan sebagai tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terjadi di wilayahnya.

“Dalam menyikapi ujian ini kami selaku Kades Pulosari telah melakukan langkah-langkah preventif dengan melakukan pendekatan intensif kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda agar situasi dan kondisi desa tetap kondusif. Begitupun masa depan korban yang harus diperhatikan secara khusus, untuk itu kami menghimbau berbagai pihak,” pungkas Dirja, Rabu pagi [08/07].

Diketahui sebelumnya, seorang pria berinisial FCR [23 tahun] warga Kampung Cibojong, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal-Kabupaten Sukabumi diamankan polisi pada Minggu malam [28/06/2020].

Ia diamankan setelah diketahui melakukan aksi pencabulan kepada sejumlah anak laki-laki di bawah umur [pedofilia] di kampung tersebut.

Aksi bejat FCR sudah berlangsung sejak tahun 2019, dan berdasarkan pemeriksaan Sat Reskrim Polres Sukabumi pada 30 Juni 2020, sementara terdata 19 anak laki-laki jadi korban aksi cabul dan sodomi yang dilakukan dengan modus belalar ilmu kanuragan dari FCR ini. Dedi Cobra

Artikel ini telah dibaca 288 kali

Baca Lainnya