Headline Nasional

Jumat, 17 Januari 2020 - 12:04 WIB

8 bulan yang lalu

Bupati Bogor Ade Yasin saat melantik pejabat eselon II dan IV dilingkungan Pemkab Bogor [foto: bogorkita]

Bupati Bogor Ade Yasin saat melantik pejabat eselon II dan IV dilingkungan Pemkab Bogor [foto: bogorkita]

Srikandi MPB Nilai Penempatan Eselon di Pemkab Bogor Penuh Kejanggalan. Atiek Setyowati: Nyambungnya Dimana?

TBOnline [BOGOR] — Pelantikan 168 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan Jum’at [10/1] lalu di Gedung Serbaguna I Sekda Kabupaten Bogor menuai kontroversi, salah satunya dari Ketua LSM  Markas / Masyarakat Pejuang Bogor [MPB], Atiek Yulis Setyowati.

Ketua LSM  Markas / Masyarakat Pejuang Bogor [MPB], Atiek Yulis Setyowati [foto: pencus hutabarat]

Kepada TBO, Atiek menyitir beberapa lulusan ITB Tehnik yang dirolling sebagai Kasie Ketertiban Umum [trantib. “Nyambungnya dimana? Kuliah mikir di jurusan yang sulit,  masuknya juga tidak mudah di universitas negeri ternama di Bandung. Tetapi di Pemerintah Kabupaten Bogor kurang dihargai. Apakah ini murni dari ibu bupati, dan apakah bupati mengetahui siapa saja yang diputar-putar dalam jabatan ini? Atau apakah bupati mengetahui persis latar belakang dari masing-masingnya?” jelas Atiek, Kamis [16/1].

Hal ini menurutnya harus segera di review kembali. Bila perlu seluruhnya, baik yang sudah  maupun yang akan. Karena ini bisa menjadi bom waktu dan mosi kekecewaan, terlebih ekses yang mungkin datang dari para alumni bakal memanas. “Dikhawatirkan akan mengganggu kinerja para eselon yang tidak sesuai penempatannya,” tegas Atiek.

Atiek, sebagai Ketua Markas / Masyarakat Pejuang Bogor [MPB] menyatakan pihaknya, berfungsi sebagai sosial kontrol akan selalu mengingatkan Bupati Ade Yasin dengan Program Panca Karsa nya. Jangan sampai terhambat penyelesaiannya. “Untuk itu penempatan orang atau pejabat juga harus sesuai dengan latar belakangnya, sesuai janji bupati saat kampanye dulu,” katanya.

Keresahan masyarakat yang disampaikan melalui MPB, merupakan tanda saying kepada bupati yang baru satu tahun menjabat. “Maka harus hati-hati, jika ada masukan-masukan dari siapapun sebelum mengambil keputusan. Hal ini kami lakukan agar Program Panca Karsa Ibu Ade Yasin bisa berjalan dengan baik. Untuk itu MPB akan terus melakukan controling kepada setiap kebijakan atau regulasi bupati. Agar beliau lebih bijak memimpin pemerintahannya,” tutup Atiek. Pencus M. Hutabarat

Artikel ini telah dibaca 262 kali

Baca Lainnya