SPBN AKR Tanjung Lalak Selatan, Tepis Kelangkaan dan Kenaikan Solar

0
177
Widiya, Direktur SPBN PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (Foto: Badrun)

TBOnline (KOTABARU) – Masyarakat nelayan yang tersebar di 5 kecamatan di Kotabaru kini mendapat kemudahan untuk mengisi bahan bakar, karena diwilayah Desa Tanjung Lalak Selatan kini sudah dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Berdirinya SPBN ini juga menepis kabar yang beredar ditengah masyarakat nelayan tentang harga solar yang dijual diatas harga yang ditetapkan pemerintah (HET).

Sebelum dibangun SPBN ini, para nelayan cukup kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis solar. “Harganya cukup tinggi, belum lagi ongkos ojek dan taksinya,” cerita seorang nelayan.

Sementara itu, Kades Tanjung Lalak Selatan, Awaluddin menghimbau agar masyarakat nelayan tidak serta merta mempercayai kabar yang belum jelas kebenarannya. “Karena kalau kita termakan isu itu, nelayan sendiri yang jadi korban,” ujarnya.

Direktur SPBN PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Widiya menjelaskan SPBN ini melayani nelayan di 5 kecamatan, antara lain: Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Barat (Lontar) dan Pulau Sembilan. “Kami dengan terbuka menerima pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap pelayanan kami. Saya sebagai direktur siap dipanggil, karena pihak kami tidak ada masalah dengan masyarakat. Mungkin saja ada orang yang tidak senang,” imbuh Widiya yang dijumpai di kantor Tanjung Lalak (16/1) lalu. “Jadi intinya SPBN ini hanya melayani pengisian untuk nelayan,” tegasnya.

Memang diakui Widiya sebagai direktur pernah memberi izin kepada mobil ambulance yang sedang membawa mayat untuk melakukan pengisian. “Karena itu darurat, mau tidak mau kita harus membantu,” katanya.

Adapun terkait harga eceran yang ditetapkan pemerintah, Widiya menjelaskan harga solar per liter Rp 5.150.

Selain itu kondisi lain yang juga menjadi sedikit hambatan ialah ketika operator SPBN melayani nelayan yang tidak memiliki kartu nelayan. “Prosedurnya pengisian di SPBN ialah nelayan harus mendaftarkan dulu ke Dinas Perikanan Kelautan setempat, nanti bila sudah terdaftar muncul nomor ID di kartu nelayan. Bagi yang tidak punya kartu nelayan sebenarnya tidak bisa dilayani, namun kita memiliki kebijakan. Karena sebenarnya ada nelayan yang tidak punya kartu tapi dia benar-benar nelayan,” tutupnya. M. Badrun

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of