Headline Kabupaten Sukabumi

Rabu, 7 Oktober 2020 - 22:44 WIB

3 minggu yang lalu

Soroti Anggaran Covid Rp300 Miliar, Pansus III DPRD Kabupaten Sukabumi Kunjungi RS Sekarwangi

TBOnline [SUKABUMI] — Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Sukabumi, yang khusus menyoroti dana refocusing anggaran Covid 19 senilai Rp300 miliar, melakukan kunjungan dan pemeriksaan ke RS Sekarwangi, Cibadak, Rabu (7/10/2020).

Tiba sekitar pukul 14.00 Wib, anggota Pansus III yang dipimpin anggota DPRD Usep Wawan ini diterima Direktur RS Sekarwangi dr. Albani Nasution beserta jajarannya di Ruang Kabag Pengembangan Evaluasi & SIMRS — Kasubag Evaluasi & Pelaporan Program.

Baca juga : Mengenal Ruang Isolasi Khusus Bertekanan Negatif di RS Sekarwangi Sukabumi

Usep Wawan yang dijumpai usai pertemuan menerangkan bahwa kerja Pansus III ini sudah berjalan dua bulan, dengan melakukan pengawasan anggaran di bidang ekonomi, pengaman sosial dan penanganan kesehatan.

“Tugas Pansus adalah mengawasi anggaran agar lebih efektif penggunaannya dan tepat sasaran. Karena hal ini menjadi pertanyaan masyarakat, begitu besar anggaran Rp300 miliar dipakai untuk apa, nah pansus lah yang menjawab ke masyarakat,” jelas nya.

Untuk bidang ekonomi dan jaring pengaman sosial, menurut Usep pemeriksaannya telah selesai.

“Bidang ekonomi belum efektif karena masih banyak tumpang tindih aturan, terlebih belum ada keberanian kepala OPD sehingga dana nya banyak dikembalikan. Sementara untuk pengaman sosial (pembagian BLT) permasalahannya di data penerima yang tumpang tindih, jadi harus diperbaiki. Anggaran pengaman sosial ini paling besar, karena dari Rp300 miliar hampir setengah nya sekitar Rp170 miliar. Sekarang ini di bidang kesehatan, kita kroscek semuanya,” tukasnya.

Anggota Pansus III Covid 19 DPRD Kabupaten Sukabumi, menuju ruang pertemuan dengan pihak RS. Sekarwangi, Cibadak (Foto : TBO)

Untuk bidang kesehatan, lanjut Usep, pansus dengan pihak RS Sekarwangi hanya melakukan pengecekan fakta dan data saja, termasuk sarana dan prasarana dalam menangani pandemi covid 19.

“Yang punya kewenangan dalam anggaran ialah dinas kesehatan, kita lihat dari bawah nanti kita sinkronkan dengan dinas kesehatan, kita hanya melihat fakta dari rumah sakit,” katanya.

Baca juga : Dikonfirmasi Terkait Ruang Isolasi di RS Sekarwangi, PPK Mendadak Kehilangan Sinyal

Selain itu, pansus juga menyoroti pembangunan ruang isolasi di RS Sekarwangi yang menjadi rujukan penanganan covid 19.

“Tadi di RS Pelabuhan Ratu anggarannya Rp8,5 miliar, disini (RS Sekarwangi -red) Rp16,5 miliar, semua ruangannya sudah tekanan negatif. Nanti kita dalami semua harga nya itu, karena selain pansus, inspektorat Jabar juga sedang mengkroscek masalah ini, karena ini anggaran dari banprov pengalihan dari pembangunan RS Sukaralang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus III Anang Janur menjelaskan, penggunaan anggaran refocusing ini menjadi salah satu kewenangan pansus.

“Banyak anggaran yang di refocusing, bukan mengada-ada, karena harus kita luruskan. nanti ada pemeriksaan dari BPK, sebelum nanti ada temuan BPK, lebih baik kita bermitra dengan OPD untuk meluruskan, apabila ada temuan,” sebutnya.

Anang juga mengemukakan bila anggota DPRD dalam pansus ini sebanyak 11 orang lintas fraksi.

“Yang menolak hanya Golkar saja,” imbuhnya.

RS. Sekarwangi, Cibadak-Kabupaten Sukabumi (Foto : TBO)

Anggota pansus lain, Andri Hidayana mengemukakan perjalanan pansus ini hingga 6 bulan. Selain rumah sakit, menurut Andri pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap puskesmas.

“Bidang kesehatan ini anggarannya tidak hanya di rumah sakit, dari anggaran Rp300 miliar, salah satu penerimanya puskesmas. Namun kita belum bisa menarik kesimpulan sampai mengkroscek dulu semuanya. Baru nanti pansus membuat rekomendasi pada Januari,” pungkasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya