Oase

Selasa, 25 Februari 2020 - 17:08 WIB

5 bulan yang lalu

Sihir Bahasa – Dari Bukti Hukum Hingga Sugesti Wisata

oleh : Dede Farhan Aulawi *

Bahasa sebagai instrumen dalam melakukan interaksi sosial antar manusia, ternyata pemanfaatannya dari sisi pengetahuan sangat luas sekali. Akhirnya dalam berbagai aktivitas empirik, munculah berbagai istilah yang semakin menarik untuk dikaji dan diuji.

Dalam perkembangannya tidak sekedar sebagai alat, tetapi juga bisa dijadikan sebagai bukti hukum dalam suatu sidang peradilan, sehingga lahir apa yang dimaksud dengan forensik linguistik.

Ilmu forensik linguistik yang merupakan cabang dari linguistik untuk menganalisis dan meneliti tentang kebahasaan yang digunakan sebagai alat bantu pembuktian di peradilan, dalam penerapannya banyak diperlukan dalam penganalisisan bukti berupa bahasa demi kepentingan investigasi dalam kasus perdata maupun pidana.

Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi [penulis] di salah satu situs budaya di Indonesia [foto: pribadi]

Disiplin ilmu tersebut akhirnya semakin berkembang sehingga para lawyer-pun sudah mengakui keberadaan para ahli linguistik forensik dalam memberikan pembuktian di persidangan. Dimana ruang lingkupnya meliputi fonetik akustik, analisis wacana, dan semantik, serta yang berkaitan dengan pragmatik dan psikolinguistik.

Dalam peradilan suatu kasus hukum, linguistik forensik dilakukan oleh Saksi Ahli Bahasa, dan hukum Indonesia pun sudah menyatakan bahwa keterangan saksi ahli adalah alat bukti yang sah. Dengan demikian manfaat dari ilmu ini adalah (1) dapat mengidentifikasi penutur berdasarkan dialek, gaya bicara, atau aksennya, sampai menganalisis tulisan tangan tersangka untuk mendapatkan profilnya, dan (2) dapat menganalisis isi dan makna tuturan dalam konteks kebahasaan yang dapat digunakan sebagai bukti peradilan.

Begitupun di bidang kepariwisataan ada istilah linguistik pariwisata (Tourism Linguistic) yaitu ilmu linguistik yang digunakan dalam mengemas tata bahasa kepariwisataan, termasuk dalam hal promosi objek wisata untuk memikat para pembaca sehingga berkeinginan untuk mendatangi objek wisata yang dipromosikan tersebut.

Sebagaimana dijelaskan, menyangkut struktur dan tata bahasa agar mudah dipahami  oleh  wisatawan.  Begitupun dengan penggunaan gaya bahasa dan pilihan kata yang   tepat akan berperan dalam  menentukan keberhasilan promosi pariwisata. Gaya bahasa dan pilihan kata yang baik dapat memberikan gambaran yang jelas dan menarik sehingga mampu memikat pembacanya untuk mengunjungi objek wisata tersebut. Termasuk penggunaan gambar, tanda atau lambang dalam promosi pariwisata sangat menentukan keberhasilan promosinya. Objek wisata yang bagus, apabila dalam promosi pariwisatanya ditampilkan dengan gambar yang tidak jelas   akan memberikan kesan negatif sehingga tidak menarik  perhatian  wisatawan.

Terdapat pendekatan teori Mc Mannis yang menjelaskan tentang teori pembentukan kata, seperti derivasi (derivation),  singkatan   (acronym),  backformation, paduan   kata (blending), pemotongan kata (clipping), coinage, functional shift, morphological  misanalysis, dan proper names.  Contoh paduan kata (blending) dalam wisata kuliner di Jawa Barat, seperti Cireng (aci yang digoreng), gehu (goreng tahu yang di dalamnya ada toge), cilok (aci yang dicolok) dan yang lainnya.

Disamping itu, dikenal pula istilah metafora, personifikasi dan simile. Metafora  merupakan gaya  bahasa  (figure of speech) berupa kata atau frasa yang biasanya digunakan untuk memberi efek tertentu, dan dipakai tidak dalam arti yang sebenarnya, melainkan hanya sebagai kiasan.

Dilihat dalam rangkaian kalimat boleh jadi terkesan hiperbolistik, namun dalam pendekatan bahasa pariwisata sebagai bagian strategi bisnis yang lazim. Untuk itulah pakar kepariwisataan tidak cukup hanya dengan pengetahuan dan hobi saja, karena ia pun harus cerdas dalam mengelola tata bahasa, atau biasa disebut dengan kecerdasan linguistic.

*Komisioner Kompolnas, Pengamat Media Penyiaran, Traveller, Dewan Penasihat Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN)

Artikel ini telah dibaca 450 kali

Baca Lainnya