Sengketa Kepemilikan Hotel Endah Parahyangan Bandung, Nasib Eks Karyawan Kian Diujung Tanduk

Hotel Endah Parahyangan, yang kini tutup diduga karena sengketa kepemilikan (tiket.com)

TBOnline, BANDUNG ¦ “Para pekerja (karyawan) eks Hotel Endah Parahyangan, Jl. Raya Cibeureum No.14, Campaka, Andir, Kota Bandung, kini masih menunggu janji pemilik hotel untuk menyelesaikan seluruh kewajiban upah dan uang pesangon terhadap mereka,” demikian disampaikan Herman I Austerman, aktivis DPC Aliansi Serikat Pekerja Indonesia (ASPI) kepada Tbo, Senin (4/12/2023).

Herman mengungkapkan persoalan hak pekerja ini terjadi paska Hotel Endah Parahyangan berhenti beroperasi (tutup) sekitar akhir tahun 2019. Imbasnya pada Juni 2020, seluruh pekerja hotel ini di rumahkan, namun saat itu, manajemen hotel belum dapat menyelesaikan kewajiban upah dan uang pesangon terhadap puluhan pekerja hotel yang di PHK tersebut.   

“Saat itu dibuat kesepakatan bersama antara pemilik Hotel Endah Parahyangan dengan para karyawan yang diwakili ASPI, termasuk juga dengan karyawan lain yang tidak terikat dalam serikat pekerja. Pemilik hotel saat itu berjanji akan menyelesaikan kewajiban terhadap para pekerja ini secepatnya,” kata Herman, yang menambahkan sekitar 38 eks karyawan Hotel Endah Parahyangan memberikan kuasa kepada DPC ASPI pada 30 Mei 2020.   

Setelah hampir dua tahun menunggu, titik terang penyelesaian kewajiban pihak hotel kepada para eks karyawan ini terjadi pada Juni 2022, saat itu ada informasi pemilik Hotel Endah Parahyangan mendapat suntikan dana sebesar Rp30 miliar dari pengusaha bernama SH. 

“Soal nama pengusaha SH yang diduga memberikan pinjaman Rp30 miliar kepada pemilik hotel ini, di dapat saat Hotel Endah Parahyangan disegel dan dipasangi plang pemberitahuan. Lalu, karena menduga saat itu pemilik hotel sudah memiliki dana, para eks karyawan ini mendesak pembayaran, sekitar tanggal 16-17 Juni 2022 pemilik hotel pun melakukan pembayaran uang pesangon secara mencicil sebesar 15 persen dulu, sisanya belum ditentukan secara tertulis kapan akan diselesaikan kepada para karyawan ini,” ujarnya.

DPC ASPI, lanjut Herman, kemudian mencari kejelasan status kepemilikan Hotel Endah Parahyangan, karena hotel saat itu sudah tidak lagi dikuasai pihak pemilik lama. Melalui Taufik, orang kepercayaan SH yang bertanggungjawab di lapangan, di dapat informasi bahwa kepemilikan Hotel Endah Parahyangan sudah beralih ke tangan pengusaha SH.

“Karena saat itu tidak kunjung ada kabar terkait penyelesaian hak karyawan, sementara di lokasi situasinya sudah berbeda, hotel sudah berganti kepemilikan kepada pihak pengusaha SH. Maka ASPI menemui Taufik dan membicarakan soal hak karyawan ini pada 1 November 2023. Saat itu, Taufik berjanji membicarakan soal ini kepada pengusaha SH, bahkan Taufik meminta dokumen para karyawan ini kepada ASPI sebagai perwakilan pekerja,” tuturnya.

Sepekan kemudian, sekitar 6 November 2023, Taufik mempertemukan pihak ASPI dengan Ilham dan Ervan, kuasa hukum pengusaha SH, yang malah menyatakan hak-hak eks pekerja Hotel Endah Parahyangan bukan menjadi tanggungjawab pihak SH, melainkan pemilik hotel yang lama.

“Menurut kuasa hukum ini, pihak SH membeli Hotel Endah Parahyangan tidak beserta manajemennya, jadi untuk masalah hak para pekerja yang belum dibayarkan, kata mereka menjadi tanggung jawab dari pemilik hotel yang lama,” jelas Herman.        

Pihak ASPI sendiri sudah beberapa kali mendatangi pemilik lama Hotel Endah Parahyangan untuk menanyakan pembayaran sepenuhnya hak-hak karyawan ini, hal ini juga terdapat dalam poin ke 5 di dalam surat perjanjian bersama yang ditandatangani pemilik lama hotel dengan para eks karyawan, dimana disebutkan hak pekerja akan dibayarkan sepenuhnya setelah hotel laku terjual.

“Terakhir pada akhir November 2023 kemarin, ASPI kembali menemui pemilik lama Hotel Endah Parahyangan, saat itu yang menerima kami antara lain H. Ti, Ta dan Yu. Pada pertemuan ini ada pembicaraan bahwa pemilik hotel lama sedang mengusahakan menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah hutang piutang dengan pengusaha SH, adapun tuntutan eks pekerja akan menjadi prioritas utama. Mereka secara tidak tertulis berjanji selambatnya 25 Desember 2023 ini hak-hak para pekerja akan diselesaikan,” ungkap Herman.

Hingga berita ini tayang, Tbo masih terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait Hotel Endah Parahyangan, baik dengan manajemen lama maupun yang baru. joy & ilh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *