Pendidikan

Sunday, 4 November 2018 - 16:47 WIB

10 months yang lalu

Pasni, Kepsek SDN Curug 2 Bojong Sari (Foto&Teks: Freddy)

Pasni, Kepsek SDN Curug 2 Bojong Sari (Foto&Teks: Freddy)

SDN Curug 2 Bojong Sari Sekolah Ramah Anak

TB- Online, DEPOK

Maraknya kekerasan terhadap anak di Kota Depok di sejumlah tempat, dibuat sosialisasi penanggulangan kekerasan terhadap anak antara sekolah, masyarakat serta pemerintah. Untuk itu salah satunya membuat program sekolah ramah anak.

Ramah anak adalah sekolah diciptakan dalam suasana menyenangkan, bahwa kita ini bersaudara artinya tidak boleh saling mengejek, bercanda yang berlebihan, karena itu akan memancing keributan, ujar Pasni, Kepala Sekolah SDN Curug 2 Bojong Sari, Depok belum lama ini.

Seluruh elemen di sekolah ini dan masyarakat untuk menerapkan sekolah ramah anak, juga orangtua mengawasi lingkungan pergaulan anaknya, jangan sampai terjerumus kearah yang dapat mencelakakan dirinya.

Menurut Pasni, sinergitas antara para pendidik dan orangtua melalui komite sekolah banyak memberikan hasil yang positif, selain moralitas juga keperluan biaya dalam melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan sekolah diberikan kepada walimurid berjalan dengan baik. “Pembangunan musholla contohnya, karena ketiadaan anggaran, pihak sekolah tidak akan memungut biaya akan tetapi keikhlasan walimurid yang membangunnya melalui komite sekolah,” ungkapnya.

Seperti sekolah lainnya, SDN Curug 2 Bojongsari mengupayakan kenaikan nilai NEM, diadakan jam belajar setelah pulang, karena banyak orangtua yang menginginkan anaknya lulus mendapat sekolah negeri.

Tahun lalu prosentase yang masuk negeri berjumlah sedikit, mudah-mudahan kedepan prosentasenya semakin naik, melaksanakan peningkatan belajar siswa untuk kelas VI, harapnya.

Sekolah ini punya ruangan kelas yang tersedia 8 kelas, sedangkan murid yang belajar disini berjumlah 12 rombel, ada yang masuk siang untuk 4 rombel, kelas III dan IV.

Dinas Penddikan Kota Depok merencanakan untuk membangun beberapa RKB tahun depan, mengingat jumlah yang ingin sekolah disini saat PPDB melebihi kuota, sehingga banyak anak yang tidak kebagian. Freddy

Artikel ini telah dibaca 4685 kali

Baca Lainnya
  • 28 May 2019 - 07:39 WIB