Nasional

Jumat, 20 Agustus 2021 - 14:46 WIB

1 bulan yang lalu

SDN 2 Cijengkol Nyaris Disegel, Ada Apa?

TBOnline [LEBAK] — SDN 2 Cijengkol yang berlokasi di Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, nyaris disegel oleh pihak pelaksana pembangunan akibat belum dilunasinya biaya pembangunan di SD negeri tersebut. Hal ini terungkap ketika pihak pelaksana mendatangi sekolah SDN 2 Cijengkol, Jum’at (20/8/2021).

“Penyegelan akan kami lakukan karena pihak PT. Ferrimadona Jaya belum juga melakukan pembayaran atau melunasi biaya pembangunan sekolah ini. PT. Ferrimadona Jaya terus mengulur dan tidak juga melunasi, padahal dalam kontrak perjanjian, pembayaran ditentukan dalam waktu 8 bulan, tetapi sampai saat ini dan sudah hampir lewat 3 bulan belum juga ada pelunasan pembayaran,” ungkap salah seorang pihak pelaksana yang minta identitas nya tidak disebutkan.

Pembangunan di SDN 2 Cijengkol (Foto : Tbo)

Menurutnya, penyegelan urung dilakukan hari ini (20/08/2021) karena permohonan pihak sekolah.

“Tapi kami hanya kasih toleransi 3 (tiga) hari, kalau pihak PT. Ferrimadona Jaya tidak ada itikad baik atau tidak segera melunasi pembayaran, maka dengan berat hati kami akan melakukan penyegelan sekolah dan melakukan langkah hukum,” tegas nya.

Sementara itu, Korwil UPTD Cilograng Maman Suryaman juga memohon kepada pihak pelaksana pembangunan, agar menangguhkan penyegelan, mengingat saat ini banyak kegiatan menjelang ANBK dan pembelajaran tatap muka (PTM), ia juga berharap pihak PT. Ferrimadona Jaya segera dapat menyelesaikan permasalahan keuangan dengan pihak pelaksana.

“Kami berharap, kalau memang pihak kontraktor masih ada sangkutan biaya pembangunan kepada pihak pelaksana segera dapat diselesaikan, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM),” kata Maman.

Suryati, Kepala Sekolah SDN 2 Cijengkol juga menyampaikan bila penyegelan dilakukan pihak pelaksana pembangunan, tentunya akan berimbas terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kami berharap pihak PT. Ferrimadona Jaya agar secepatnya menyelesaikan masalah keuangan dengan pihak pelaksana pembangunan, jangan sampai terjadi penyegelan terhadap sekolah kami, yang tentunya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah kami,” ungkap Suryati. Ade KS

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya