Bangka Belitung Nasional

Rabu, 30 Desember 2020 - 13:15 WIB

2 bulan yang lalu

Salah Persepsi Kerusakan KIP CINTA 1, Pihak Terkait Lakukan Klarifikasi

TBOnline [BANGKA BARAT] — Salah persepsi di kalangan warga Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok-Kabupaten Bangka Barat, hingga menimbulkan aksi di kantor desa, ihwal keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) CINTA-1 mitra PT. Timah yang diduga berada agak menepi di perairan Belo Laut, yang kemudian dianggap melakukan aktivitas pertambangan, pada Senin (28/12/2020) ditanggapi Kabag Waskip Bangka Barat, Sugarta sebagai kesalahan persepsi dan komunikasi saja.

“Kondisi KIP CINTA 1 saat itu mengalami kerusakan pada ruder profiler sehingga terpaksa kapal harus menepi dan dalam keadaan sudah normal kapal berupaya ke tengah sambil menurunkan lader untuk bertahan agar tak terbawa arus laut. Namun kondisi ini dianggap masyarakat bahwa KIP melakukan aktifitas agak menepi,” jelas Sugarta.

Ia menambahkan meski kondisi KIP CINTA-1 seperti itu, namun masih dalam IUP PT Timah juga. “Cuma salah komunikasi saja di masyarakat,” kata Sugarta.

Senada, tokoh pemuda Belo Laut, Zalapi juga menanggapi terjadi salah informasi di kalangan warga.

“Itu salah persepsi, KIP itu bukan beroperasi tapi larat (terbawa arus laut, red). Kalau larat itu kan mereka terjebak dangkal. KIP itu tidak mungkin beroperasi karena itu di luar RK (Rencana Kerja) mereka. Hanya yang diinfokan ke masyarakat KIP yang menepi itu katanya bekerja,” tukas Zalapi.Berdasarkan kronologis yang dihimpun TBO, terdapat fakta-fakta antara lain : Pukul 07.45 Wib KIP CINTA-1 melakukan proses relokasi dari Belo ke Trabik, namun dalam perjalanan sekitar pukul 08.45 Wib terjadi trouble pada profeiler. Sehingga untuk mencegah KIP hanyut ke darat maka dilakukan SOP, dengan melakukan ancap lader untuk bertahan.

Kemudian jam 09.45 Wib KIP CINTA-1 melanjutkan proses relokasi ke Trabik dan kembali ke lokasi pukul 10.45 Wib.

“Memang pada jam 08.45 Wib, ada nelayan bilang ke kru kapal supaya jangan disini. Namun pihak kapal hanya bertahan supaya sampai hanyut ke daratan, karena KIP mengalami kerusakan. Tetapi kerusakan KIP masih di wilayah IUO PT. Timah kurang lebih 1 KM ke darat. Disini pihak kapal tidak mengalami kerugian apapun karena trouble seperti ini sudah biasa,” pungkas Sugarta. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya