Bangka Belitung

Kamis, 7 Januari 2021 - 14:18 WIB

4 bulan yang lalu

Kondisi rumah (gubuk) Toyep di Desa Semulut, Parittiga, Babar, yang hanya bertudung plastik hitam (Foto : Andi/TBO)

Kondisi rumah (gubuk) Toyep di Desa Semulut, Parittiga, Babar, yang hanya bertudung plastik hitam (Foto : Andi/TBO)

Rumah (Gubuk) Nelayan Toyep di Semulut Memprihatinkan, Kemana Lagi Tempatnya Mengadu?

TBOnline [BANGKA BARAT] — Kehidupan Toyep, warga RT03, Desa Semulut, Kecamatan Parittiga-Kabupaten Bangka Barat, selama ini begitu lekat dengan kemiskinan, hal ini jelas tergambar dari suasana dan kondisi tempat tinggal Toyep yang sangat memprihatinkan.

Bekerja sebagai seorang nelayan tradisional pukat tarik dan pencari temiluk di Desa Semulut, kehidupan nelayan Toyep seperti noktah hitam di tengah gencarnya program pembangunan pemerintah pusat dan daerah.

Rumah atau tepatnya gubuk yang didiami Toyep dan keluarga berada di belantara hutan kelapa sawit, dan selama bertahun-tahun ini hanya bertudung plastik hitam sekenanya, sedangkan bagian alasnya sudah sangat akrab dengan banjir.

Kondisi ruang dapur kediaman Toyep (Foto : Andi Mulya/TBO)

“Di saat musim hujan akhir-akhir ini, seisi rumah Pak Toyep tergenang air, karena atap nya yang hanya mengunakan plastik hitam selalu bocor,” tutur seorang warga yang tinggal tak jauh dari kediaman Toyep, Rabu (06/01/2021).

Menurut warga ini, Toyep pernah mengajukan bantuan melalui pihak Desa Semulut, dengan pengharapan bisa tinggal di rumah yang lebih layak lagi, terlebih di lingkungan rumah tinggal Toyep pembangunan WC dan air bersih sangat dibutuhkan.

“Namun hingga kini permohonan bantuan ini belum ada kabar dan realisasinya dari pemerintah desa, sepertinya masih ada pilih kasih,” kata warga ini.

Kepada TBO, Toyep mengungkapkan perasaan sekaligus pengharapannya kepada pemerintah pusat dan daerah maupun dermawan yang merasa kasihan dengan kondisinya.

“Semoga masih ada pemimpin yang bijak, punya hati nurani dalam melihat ketidakberdayaan masyarakat miskin,” ujarnya. Andi Mulya

 

Artikel ini telah dibaca 317 kali

Baca Lainnya