Headline Nasional

Jumat, 2 Oktober 2020 - 18:10 WIB

4 minggu yang lalu

PT Seagull Dianggap Tak Mau Berbagi, PT IP Inisiasi Pertemuan Dengan Ormas Lingkar Proyek Menara Pendingin

TBOnline [SUKABUMI] — Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung . Rujukan kata bijak ini bisa dimaknai sebagai cara kita beradaptasi dan mawas diri dalam lingkungan dan pergaulan sosial, kapan dan dimana pun kita berada.

Suasana pertemuan dengan para ormas, yang diinisiasi PT Indonesia Power, terkait proyek menara pendingin (foto: dedi cobra)

Dan, Jangan Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga, yang berarti jangan karena permasalahan sedikit, menyebabkan rusak atau berakhirnya suatu urusan dan pekerjaan.

Kedua pribahasa dan kata bijak diatas inilah yang menggambarkan pertemuan kedua yang diinisiasi Humas PT Indonesia Power (IP) Cece, dengan para ormas di tiga lingkar proyek pembangunan perbaikan menara pendingin (cooling tower) Gunung Salak, yakni : Kecamatan Kalapanunggal, Kabandungan (Kabupaten Sukabumi) dan Kecamatan Pamijahan (Kabupaten Bogor), di gazebo kediaman Ketua Forum Bersama Ormas Kalapanunggal Enda Suhanda, Jum’at (02/10/2020).“Kita semua berharap pelaksanaan perbaikan cooling tower (menara pendingin) ini nanti tidak terhambat oleh masalah-masalah sosial yang berhubungan dengan kearifan lokal, baik secara internal maupun eksternal perusahaan,” kata Cece membuka pertemuan.

“Dengan penuh rasa tanggungjawab untuk memenuhi hajat orang banyak atas keberadaan projek vital panas bumi di Gunung Salak, dan demi menjalin hubungan sosial yang saling menguntungkan,” sambung Cece.

Sayang, pertemuan ini tidak dihadiri perwakilan pihak kontraktor pelaksana proyek PT. Seagull, meski menurut Cece sudah diagendakan bakal hadir.

“Saya akan kasih waktu hingga minggu depan, seandainya pihak Seagull tidak mau diajak kerjasama yang baik, bukannya saya ngompirin, untuk selanjutnya saya serahkan kepada forum,” ujar Cece menyampaikan kekecewaannya.

Ketua Forum Bersama Ormas Kalapanunggal Enda Suhanda, mengapresiasi niatan baik Cece yang berinisiatif melakukan musyawarah, namun Enda meminta agar para ormas di lingkaran proyek juga dapat diakomodir.

“Tolong di akomodir dong oleh Seagull, jelas-jelas kami ingin membantu apa yang menjadi kebutuhan Seagull dalam proyek service cooling tower turbin ini. Kami hanya minta hak kami, wajar saja lah kalo kami dari tiga wilayah minta 70 % nya bisa di share kan ke lokal. Kami mau bisnis bukan mau nyari japrem (jatah preman -red),” tegas Enda.

Ia melanjutkan mahal nya harga penawaran atau pengajuan yang dianggap tinggi pihak Seagull, seharusnya bukan alasan untuk membawa perusahaan dari luar.

“Idealnya kan Seagull manggil pengusaha lokal untuk kompromi minta penawaran, kalau Seagull merasa peduli dan akan berbagi dengan kami,” imbuh Enda.

Dalam kesempatan ini, Enda Suhanda juga menyampaikan ketidakhadiran perwakilan forum dari Kabandungan.

“Kawan-kawan sudah menunggu, karena sebelum pertemuan forum tiga wilayah sudah sepakat siap hadir dalam acara pertemuan klarifikasi Seagull dengan forum tiga wilayah, sampai berakhir pertemuan ternyata dari Forum Kabandungan tidak nampak hadir, dan tidak ada pemberitahuan alasan ketidakhadirannya. Pada saat menyatakan siap hadir tiba-tiba ada ralat dari pihak Kabandungan tidak bisa hadir dengan alasan minta pertemuan di masing-masing wilayah,” sebut Enda.

Sementara itu, perwakilan Sapu Jagad, secara sarkasme menyebut warga lokal hanya kebagian bising proyek.

“Disini numpang makan, tidur. Giliran dapat untung lalu pergi. Nah apa yang akan kita dapatkan sebagai warga masyarakat lokal yang notabene berada di lingkar proyek ini, masa cuma kebagian dari bising nya trealer yang memobilisasi kebutuhan project Seagull. Dan hanya meninggalkan dampak andalalin di kampung kami,” kata Cecep Habib, Sekjen Sapu Jagad Zona 2 (dua).

Humas PT Indonesia Power Cece, mengaku sudah banyak menyampaikan ke pihak Seagull tentang kondisi di Gunung Salak.

“Biar semua aman dan nyaman maka dari itu kita minta waktu sampai minggu besok, mudah-mudahan Seagull tanggap. Dan kalau pun ego, sekali lagi saya serahkan ke forum mau bagaimana dengan Seagull,” tutup Cece. Dedi Cobra

Artikel ini telah dibaca 1010 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya