Bidik Kasus Hukum Nasional

Selasa, 2 Juni 2020 - 10:24 WIB

1 bulan yang lalu

Surat Keputusan Direksi PT SAMS terkait pemecatan Darma Budianto Saragih [foto: istimewa]

Surat Keputusan Direksi PT SAMS terkait pemecatan Darma Budianto Saragih [foto: istimewa]

PT SAMS Pecat Darma Budianto Saragih, Dianggap Melawan Karir Opung Melayang

TBOnline [RIAU] — Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2020 menjadi masa-masa terakhir bagi Darma Budianto Saragih, analis laboratorium PT Sumber Alam Makmur Sentosa [SAMS] bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berbasis di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu–Riau ini.

Darma Budianto Saragih [Opung] Analis Laboratorium perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SAMS yang menerima pemecatan [foto; istimewa]

Pasalnya, ialah kemunculan surat keputusan direksi bernomor: SAMS/SK-Dir/005/V/2020 yang menerangkan pemecatan dirinya [PHK] terhitung mulai tanggal 1 Juni 2020 yang ditandatangani Handoyo Rusli atas nama direksi PT SAMS, yang dikeluarkan di Medan pada 12 Mei 2020.

Yang menjadi syak wasangka dalam batin Opung [panggilan akrab Darma Budianto Saragih] ialah pemecatan ini dirasa datang mendadak dan tidak memiliki dasar. “Selama ini pekerjaan saya baik-baik saja, kenapa tiba-tiba muncul surat pemberhentian kerja,” tuturnya, Senin [1 Juni 2020].

Kini, ia mengaku tengah beraudiensi dengan para pihak untuk mendapatkan hak-hak dan agar statusnya menjadi terang benderang. “Negara ini didasari pada hukum dan perundang-undangan, tidak bisa seenaknya perusahaan main pecat karyawan, seharusnya ada peringatan atau hal semacamnya sebelum mengambil keputusan. Kini kami tengah berkomunikasi dengan pengambil kebijakan di pusat untuk menelaah keputusan PHK saya,” katanya.

Dalam SK Direksi PT SAMS Nomor; SAMS/SK-Dir/005/V/2020 yang diterima TBO, didapat alasan pemecatan Opung hanya disampaikan sebagai untuk kepentingan perusahaan.

Berjuang Membentuk Serikat Pekerja

Pihak Dinas Tenaga Kerja Rokan Hulu yang diwakili Kabid Pencatatan Armansyah, Kasi Suherman dan staf bernama Pamungkas, ketika menerima dan menyerahkan berkas pembentukan serikat pekerja [SP] PT SAMS tahun 2014, kepada Opung dihadapan para karyawan [foto: istimewa]

Sepak terjang Opung semasa bekerja di PT SAMS diduga menjadi salah satu alasan kuat pemecatan terhadap dirinya. Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Serikat Pekerja Perkebunan [SP-Bun] di PT SAMS kemungkinan dianggap borok dan berbahaya karena berpeluang besar membuka tabir kegiatan perusahaan yang selama ini dianggap tidak berpihak kepada para pekerja. Dus, perusahaan akan melakukan langkah apa saja untuk membungkam Opung.

Sekretaris Dinas Koperasi UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hulu, Hasbikar saat menerima perwakilah karyawan / buruh PT SAMS [foto: iar agustin]

Dalam rekam jejaknya, tercatat Opung, bersama para buruh PT SAMS “berdarah-darah” dan sangat penuh perjuangan dalam membangun serikat pekerja di PT SAMS.

Setelah berbulan-bulan tanpa kejelasan, akhirnya perjuangan membentuk serikat pekerja ini membuahkan hasil, setelah Dinas Tenaga Kerja Rokan Hulu turun tangan dan ikut memfasilitasi. red ***

[Bagaimana ahli dan aktivis buruh bicara tentang kasus PHK Opung? Ikuti penelusuran TBO lebih lengkap selanjutnya]

Artikel ini telah dibaca 811 kali

Baca Lainnya