Headline Nasional

Sabtu, 10 Maret 2018 - 14:20 WIB

3 tahun yang lalu

Warga geruduk Pt Saedong (BE)

Warga geruduk Pt Saedong (BE)

PT Saedong Lebak, Disebut Kadis Bandel Hingga Pengusiran Wartawan

Wak Tarbus : “Jangan buat marah bupati kang, investasi harus ikuti aturan  ”

 TB-Online, Lebak

PT Seadong, perusahaan pembuat sepatu yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak sempat menghebohkan dengan pemberitaan dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap karyawannya beberapa waktu lalu, tak ayal, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya bahkan mengancam akan menutup operasional pabrik tersebut dan menyarankan agar karyawan yang menjadi korban penyekapan dan kekerasan melapor kepada pihak berwajib. “Itu sudah kriminal, laporkan saja,” kata Iti, Selasa (6/2) lalu. Tak hanya bupati, anggota DPRD Lebak pun angkat bicara terkait peristiwa ini. Wakil DPRD Lebak Yogi Rochmat bahkan akan langsung melaporkan PT Saedong terkait peristiwa penyekapan dan kekerasan ini. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak, Maman Suparman menyatakan bahwa PT Seadong termasuk perusahaan paling bandel. “Itu perusahaan bandel, ketika dipanggil ataupun diajak untuk rapat dan membahas segala sesuatu, tidak pernah hadir atau merespon,” ungkap Kadis.

Informasi yang dihimpun TB Online, dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap karyawan PT Seadong ini tidak sepenuhnya benar. Menurut sumber TB Online, kejadian sesungguhnya hanyalah beberapa karyawan yang sengaja disembunyikan di toilet pabrik guna menghindari sidak dari manajemen pabrik. “Karena karyawan melebihi kuota dan ketentuan, jadi disembunyikan untuk menghindari sidak dari pusat,” ungkap sumber yang bekerja di PT Saedong dan meminta namanya tidak disebut.

Usus punya usut, oknum pengawas di PT Seadong diduga kerap meminta sejumlah uang (pungli-red) bagi calon karyawan baru dipabrik tersebut. “Nilainya Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta,” kata sumber ini. Adalagi sejumlah uang pengganti bagi baju kerja yang dibayar karyawan. “Ini sebenarnya bukan ketentuan manajemen pusat pabrik,” sebutnya. Sumber ini melanjutkan, terdapat juga uang yang harus dibayar karyawan yang melakukan kesalahan pada saat bekerja. “Misalnya kesalahan jahitan, ini nanti harus diganti,” tukasnya. Salah seorang staf dibagian HRD, Fauzan yang kini diisukan sudah tidak lagi bekerja di PT Saedong sempat membantah hal ini, menurutnya tidak ada pemotongan gaji bagi karyawan. “Saya bisa menjamin,” katanya. Sementara investigasi Target Buser, uang pengganti kerusakan produksi sepatu tersebut tidak langsung dipotong dari gaji, namun setelah gaji diterima utuh karyawan, baru dilakukan pemotongan.

Beberapa waktu lalu, wartawan TB Online sempat mengalami kejadian tidak mengenakan berupa pengusiran yang dilakukan pemilik PT Saedong, Mr. Park, ketika sedang melakukan peliputan dipabrik tersebut. hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pabrik tersebut. bersambung – Hadi/Ed/DN (Bhits)

Artikel ini telah dibaca 1423 kali

Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020, Pilih Pasangan AMAN nomor 1 ( Adjo – Iman )
Baca Lainnya