Headline Laporan Utama

Sabtu, 19 September 2020 - 06:58 WIB

1 bulan yang lalu

Proyek Rehabilitasi Jaringan Tambak Senilai Rp4,1 Miliar di Krangkeng Menerbitkan Syak Wasangka, Siapa Cari Untung?

TBOnline [INDRAMAYU] — Proyek rehabilitasi jaringan tambak di Kecamatan Krangkeng-Kabupaten Indramayu, yang didanai APBN TA 2020 senilai lebih dari Rp4,1 Milyar, menerbitkan syak wasangka di tengah publik karena dinilai misterius.Penyisikan TBO, proyek yang dimenangkan CV. Mekar Jaya, perusahaan yang beralamat di Jln. Nyi Mas Tepasari, No. 55, Blok Guntur, Kedongdong Kidul, Kabupaten Cirebon-Jawa Barat dengan pagu paket senilai Rp 4.165.000.000, ini tidak menampilkan papan penunjuk [plang] di lokasi proyek, sehingga banyak yang tidak mengetahui asal muasal termasuk nilai dan waktu pelaksanaan proyek.

Berikut dokumentasi kegiatan proyek :

Lebih mengkhawatirkan, masyarakat tradisional pencari ikan yang menggunakan alat tangkap Anco —sejenis jaring angkat (lift nets) yang dioperasikan dengan tangan— tidak mendapat ganti rugi, meski sumber nafkah nya digilas proyek dan tertimbun lumpur.“Proyek ini diduga hanya menguntungkan 4 orang saja, yakni H. M dan 3 rekannya, yang disebut sebagai tokoh masyarakat dalam undangan camat,” sebut sumber TBO di lokasi pekan lalu, yang minta namanya dirahasiakan.

Sumber ini juga menunjukan surat undangan sosialisasi proyek, yang diterbitkan Camat Krangkeng, Allalamudin pada 25 Agustus 2020.“Sosialisasi nya tidak menyeluruh seperti dalih saja, karena banyak warga yang terdampak proyek ini tidak diundang,” kata sumber ini. Iar Agustin 

 

[Ikuti penelusuran TBO terkait proyek Rehabilitasi Jaringan Tambak di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu berikutnya]

Artikel ini telah dibaca 261 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya