Headline Laporan Utama

Monday, 13 November 2017 - 00:38 WIB

2 years yang lalu

Proyek Puskesmas DTP Sukaresmi Diduga Rangkap Anggaran

Sisa DAK Belum Pupus, Kok DAU Jadi Penerus

Target Buser, Cianjur

Bungkamnya Irvan Nur Fauzi, Kabid Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur ketika dikonfirmasi Target Buser terkait akal-akalan dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi berat Puskesmas DTP Sukaresmi kian menguatkan dugaan terdapat “penyelewengan” dalam proyek tersebut. Bahkan surat konfirmasi Target Buser kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur bernomor: XI/Konf-TB/X/2017, pada 11 Oktober 2017 pun hingga kini tidak terjawab.

Diketahui, dalam audit BPK atas LKPD Kabupaten Cianjur tahun 2016, Dinas Kesehatan menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan rehabilitasi berat Puskesmas DTP Sukaresmi, senilai Rp 1.809.529.000. Pelaksana pekerjaan ini ialah CV ZPS, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender, yang dimulai pada 7 Juni 2016 hingga 4 November 2016. Namun hingga batas akhir pekerjaan yang disepakati, CV ZPS belum juga merampungkan pekerjaan, hingga kemudian PPK melakukan pemutusan kontrak, dengan progres akhir pekerjaan CV ZPS sebesar 49,99%.

Sayang, berakhirnya lelakon CV ZPS dalam pembangunan rehabilitasi Puskesmas DTP Sukaresmi ini justru menyisakan segudang persoalan. Dari mulai belum dicairkannya jaminan pelaksanaan senilai lebih dari Rp 90 juta hingga keragu-raguan pihak Dinkes Kabupaten Cianjur menerbitkan daftar hitam bagi CV ZPS yang terang-terangan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan, meski hal ini termasuk dalam rekomendasi BPK.

Kini publik pun nyaris terkecoh, karena tiba-tiba pembangunan Puskesmas DTP Sukaresmi yang ditinggalkan setengah jadi CV ZPS kembali dilanjutkan. Yang mencolok ialah penggunaan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) pada proyek lanjutan ini. Kontan hal ini menjadi tandatanya, hingga muncul dugaan rangkap anggaran dalam pembangunan rehab Puskesmas DTP Sukaresmi ini.

(ikuti berita lengkapnya pada Target Buser Edisi-33)

Artikel ini telah dibaca 587 kali

Baca Lainnya