Headline Nasional

Sunday, 25 August 2019 - 06:18 WIB

4 weeks yang lalu

Proyek disekitar situ atau waduk diwilayah Desa Kadupayung, Menes, Pandeglang yang diduga tidak memiliki plang atau papan informasi [foto: Abi]

Proyek disekitar situ atau waduk diwilayah Desa Kadupayung, Menes, Pandeglang yang diduga tidak memiliki plang atau papan informasi [foto: Abi]

Proyek di Kadupayung Diduga Tidak Memiliki Plang – Somantri: Ini Siluman Namanya  

TBOnline [PANDEGLANG] – Proyek pengerasan atau betonisasi yang terdapat diseputar situ atau waduk diwilayah Desa Kadupayung, Kecamatan Menes, Pandeglang disinyalir tidak jelas wujud maupun asal usulnya karena tidak ditemukannya papan informasi disekitar proyek. Salah seorang pekerja bernama YD kepada TBO mengakui papan informasi memang tidak pernah dipasang dari awal pengerjaan. “Dari pertama sampai akhir pekerjaan memang tidak ada plang,” ungkap YD.

Apok Somantri, Ketua Divisi Investigasi Aliansi Indonesia – BPAN (Badan penelitian Aset Negara) Kabupaten Pandeglang ketika dimintai tanggapannya terkait tidak terdapatnya plang atau papan informasi disekitar proyek, menjelaskan bahwasanya dalam setiap proyek yang dibiayai APBN maupun APBD maka pemasangan plang atau papan informasi menjadi kewajiban.

Menurut Somantri, hal ini sebagai bentuk transparansi terhadap penggunaan anggaran pemerintah yang secara spesifik diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum [PU] Nomor 29/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung [Permen PU 29/2006] serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum [PU] Nomor 12/PRT/M/2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

Adapun secara teknis, aturan tentang pemasangan papan pengumuman proyek biasanya diatur lebih detail oleh masing-masing provinsi. “Selain itu transparansi penggunaan anggaran negara ini terdapat dalam UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik,” jelas Somantri.

Ditambahkan Somantri bila terdapat proyek pemerintah yang tidak menggunakan plang atau papan informasi patut diduga kuat proyek ini menjadi bancakan oknum-oknum terkait. “Karena tidak jelas asal usul proyeknya, termasuk izinnya, sumber pembiayaan, nilai anggaran, pelaksananya bahkan waktu pengerjaannya pun tidak diketahui. Aktivis sering menyebut proyek seperti ini sebagai siluman. Naudzubillah,” tutup Somantri. Biro Pandeglang

Artikel ini telah dibaca 131 kali

Baca Lainnya