Metropolitan

Rabu, 12 Agustus 2020 - 15:36 WIB

1 bulan yang lalu

Protokol Kesehatan Jadi Sebab Jumlah Penumpang Terminal Rambutan Turun, Begini Penjelasan Kepala Terminal

TBOnline [JAKARTA] – Kepala Terminal [Kater] Kampung Rambutan-Jakarta Timur, Made Jhoni menegaskan jumlah penumpang mengalami penurunan meski sejumlah transportasi umum sudah mulai beroperasi, berkaitan dengan masa pandemi covid 19 serta himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar.

“Kalau penumpang sepi, hal ini karena masih terkait pandemi dan himbauan untuk tidak bepergian,” katanya kepada TBO, Selasa sore [11/08/2020].Pantauan TBO, sejak memasuki dan paska Hari Raya Idul Adha 2020 lalu, sejumlah penumpang malah terlihat menunggu armada bus AKAP di seputar Pasar Rebo, dan tidak naik melalui Terminal Rambutan.

Heru, seorang penumpang yang tengah menunggu bus luar kota di seputaran Pasar Rebo, ketika ditanyakan mengapa tidak menunggu bus di Terminal Rambutan, mengatakan dirinya enggan naik dari terminal karena mengaku ribet dengan prosedur protokol kesehatan. “Takutnya malah gak jadi pergi, karena katanya prosedur pemeriksaan covid 19 di terminal. Daripada nanti masuk karantina, mending nunggunya disini [Pasar Rebo -red] saja,” katanya, Selasa [11/08].

Kater Rambutan Made Jhoni yang ditanyakan terkait prosedur pemeriksaan Covid 19 di terminal, yang menjadi salah satu sebab menurunnya jumlah penumpang, menyatakan bahwa dirinya hanya mengikuti aturan yang ditetapkan.

“Ya terkait di terminal, semua penumpang wajib kita periksa dan menerapkan protokol kesehatan, sesuai SE Gugus Tugas,” imbuhnya.

Penumpang lebih memilih menunggu bus di seputar Pasar Rebo daripada di Terminal Rambutan [foto; beritajakarta.co]

Sebelumnya, sejak pertengahan Juli 2020 kemarin, Terminal Kampung Rambutan resmi menerapkan Corona Likelihood Metric [CLM] sebagai pengganti Surat Izin Keluar Masuk [SIKM] bagi pelintas selama pandemi Covid-19.

Terhadap penumpang bus yang direkomendasikan CLM untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, akan diantar petugas piket menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Nanti kalau ada yang direkomendasikan untuk diperiksa akan kami arahkan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat, baik di dekat domisili maupun terminal,” kata Kepala Terminal Rambutan, Made Jhoni.

Payung hukum CLM diatur dalam Peraturan Gubernur [Pergub] Nomor 60/2020. Karena masih sosialisasi, pihaknya menyarankan masyarakat untuk mengunduh sendiri aplikasinya melalui aplikasi JAKI. Tapi karena masih baru, pihaknya akan bantu isi secara mandiri.

“Syaratnya hanya identitas di-KTP dan pengukuran suhu tubuh. Karena hasil suhu tubuh nanti harus diisi di aplikasi CLM itu,” katanya. Ilham A.R

 

Artikel ini telah dibaca 129 kali

Baca Lainnya