Bangka Belitung Headline

Rabu, 2 Desember 2020 - 19:01 WIB

5 bulan yang lalu

Pro Kontra KIP PT Timah : Rapat Dengar Pendapat di DPRD Bangka Barat, Rakyat Saling Sindir

TBOnline [Muntok Bangka Barat] — menindak lanjuti surat dari Kepala Desa Belo Laut no,005/169//19.05.01.2006/2020 perihal permohonan Rapat denger pendapat rabu (02-12-2020) audensi terkait berjalan dengan baik dengan melibatkan DPRD Bangka Barat, Forkopimda Bangka Barat, OPD terkait yang berlangsung di ruang rapat gedung Mahligai Betason ll dprd Bangka Barat langsung mendengar Aspirasi dari perwakilan nelayan tersebut di wakili 15 nelayan dari Desa Belo Laut.

Rakyat yang Pro Kapal Isap Produksi PT Timah

Kendati jalannya rapat lancar, di luar gedung DPRD Babar justru sempat terjadi chaos kecil, Kubu pihak yang Pro Kapal Isap Produksi (KIP) kurang lebih ratusan orang itu sempat bertemu kubu yang Kontra yang didominasi ibu ibu sehingga saling sindir pun tak dapat terelakkan, dengan cepat tanggap Polres Bangka Barat dan TNI 0431 Bangka Barat meredam suasana agar kondusif.

Rakyat yang Kontra (tolak) Kapal Isap Produksi PT Timah

Rapat dengar pendapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Babar, Miyuni Rohantap dan oleh Wakil Ketua DPRD H. oktoraszari mendengarkan berbagai pendapat dari pimpinan OPD, anggota DPRD Babar, perwakilan PT Timah Tbk dan juga perwakilan nelayan mengatakan, “Pihaknya akan mengakomodir apa yang menjadi alasan penolakan nelayan terkait beroperasinya kapal isap di perairan tersebut, aspirasi ini selanjutnya akan disampaikan ke jenjang yang lebih tinggi”, jelasnya.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Ferdriansah berharap, “Masyarakat supaya bisa menjaga kondusifitas dan jangan sampai terpecah belah, apalagi menurutnya di tengah resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid 19, artinya dalam musyawarah harus ada kesepakatan, aparat pada dasarnya bersikap netral dan tetap menjaga situasi yang kondusif, kalau disini ada masyarakat yang menolak, yang diluar ada juga yang pro untuk mendorong tambang, Keduanya harus disikapi”, Pukasnya.

Masih kata Kapolres, “Negara ekonominya sekarang sedang jatuh, dan butuh pendapatan salah satunya dari PT Timah, tolong bapak bapak yang hadir didepan berpikir jernih, pernahkan kita berpikir berapa ribu saudara kita yang tidak dapat Bantuan Langsung Tunai, Hak saudara untuk menyampaikan aspirasi tapi jangan anarkis”, himbau Kapolres.

Hal yang sama disampaikan Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol Inf Agung Wahyu Perkasa, “Kehadiran anggotanya di pos pengamanan KIP semata-mata hanya untuk menjaga kondusifitas, sebab jika tak ada anggota yang berjaga, Dandim memastikan sudah pasti ada bentrok masyarakat, jadi jangan sekali-kali bilang kami menakut-nakuti warga, karena saya (TNI,red) punya harga diri”, jelasnya. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 202 kali

Baca Lainnya