Polres Bangka Barat

Tuesday, 24 September 2019 - 03:50 WIB

4 weeks yang lalu

Rapat lintas instansi / sektoral yang diinisiasi Polres Bangka Barat [Foto: Humas]

Rapat lintas instansi / sektoral yang diinisiasi Polres Bangka Barat [Foto: Humas]

Polres Bangka Barat Gelar Rapat Lintas Sektoral Penanganan Karhutla

TBOnline [POLRES BANGKA BARAT] – Berbagai upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan [karhutla] gencar dilakukan pihak Polres Bangka Barat. Bahkan Kapolres AKBP M. Adenan sampai-sampai membuat sayembara berhadiah bagi warga yang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku karhutla diwilayah Bangka Barat ini. Hal ini terungkap dalam rapat lintas sektoral penanganan karhutla di gedung rapat Polres Bangka Barat, Senin [23/9/2019]. Hadir dalam rapat tersebut antara lain: Dandim 0431/Babar, Kepala Kesbangpolinmas, Danramil, Dinas Kehutanan Bangka Barat, seluruh camat, lurah, perwira Polres Bangka Barat juga perwakilan perusahaan.

Kapolres AKBP M. Adenan saat melakukan pemaparan terkait bahaya dan sanksi bagi pelaku karhutla [Foto: Humas]

Kapolres Bangka Barat, AKBP M Adenan saat memimpin rapat tersebut mengungkapkan, berdasarkan informasi Pulau Bangka sudah terdapat beberapa titik api, untuk itu harus segera ditanggulangi guna mengantisipasi terjadi kebakaran yang lebih besar. “Tim penanggulangan sudah terbentuk tinggal kerjasama dengan anggaran tanggap darurat. Ini bukti keseriusan pemerintah daerah terhadap kebakaran hutan. Mudah-mudahan hasil rapat ini menjadi kesepakatan bersama,” sebut Kapolres di depan peserta rapat.

Adenan juga menegaskan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan harus berjalan. “kalau melakukan [pembakaran hutan dan lahan –red] ada ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 15 Miliar. Ini sebagai contoh biar tidak main-main, karena semua ada saksinya,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bangka Barat, AKP Robert Wardana, dalam paparannya mengungkapkan, medio Agustus-September 2019 sudah terjadi 40 kejadian kebakaran. Kebakaran didominasi oleh Kecamatan Muntok disusul Simpangteritip dan Parittiga-Jebus. Upaya pencegahan mulai dari sosialisasi hingga himbauan sudah dilakukan pihaknya. “Umumnya penyebab kebakaran hutan adalah kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu juga karena puntung rokok yang dibuang sembarangan,” katanya. Alhideman & Mad Sari /[Humas]

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya