Nasional

Saturday, 7 December 2019 - 12:14 WIB

1 month yang lalu

Rombongan dinas atau instansi terkait tengah meninjau lokasi tambak udang [foto: andy mulia]

Rombongan dinas atau instansi terkait tengah meninjau lokasi tambak udang [foto: andy mulia]

Polemik Tambak Udang di Belinyu, Dinas Terkait Survey Lokasi

TBOnline [BANGKA] – Setelah sebelumnya anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka meninjau lokasi usaha tambak udang milik CV Budidaya Hamparan Lestari di wilayah Sungai Pasir dan Sungai Perepat, Kecamatan Belinyu, yang cukup menyita perhatian karena terdapat penolakan warga.

Maka pada Rabu [4/12] kemarin, giliran pihak eksekutif mendatangi lokasi pembangunan tambak udang ini. Hayrudin Ahmad, Kasi Perizinan Usaha datang bersama Yudiansyah, Kasi Pengendalian Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Bangka dan Diah Irawati, Kasi TPUPI dan TPKPIH Dinas Kelautan dan Perikanan [DKP] Kabupaten Bangka. “Kedatangan kami ke lokasi tambak udang panama ini untuk mensurvey lokasi sesuai yang diajukan pihak CV. Budidaya Hamparan Lestari. Agar pengajuan pihak perusahaan tersebut bisa cepat diproses sesuai aturan yang berlaku,” ujar Hayrudin Ahmad di lokasi.

Sementara itu, Diah Irawati menerangkan bahwa pihaknya [DKP -red] merupakan instansi terakhir dalam urusan perizinan tambak udang ini. “Karena kita dari pihak DKP yang bisa menentukan. Namun sebelum pelaksanaan harus ada eksist planning untuk peruntukannya, misalnya lahan tersebut peruntukannya untuk pertanian atau perikanan, juga tambak udang. Setelah itu baru dikeluarkan  izin lokasi / UKL-UPL. Baru terakhir DKP menentukan izin usaha perikanan berdasarkan Perda yang ada,” jelas nya.

Adapun terkait penolakan warga atas aktivitas pembangunan tambak udang ini, Diah menyarankan agar dilakukan musyawarah. “Bisa mengundang masyarakat sekitar dan pihak CV. Budidaya Hamparan Lestari untuk bisa duduk bersama dan berdiskusi terkait permasalahan yang ada. Karena kami dari tim teknis hanya bisa memberikan saran atau usulan sesuai pengetahuan kami saja,” katanya. Andy Mulia

Artikel ini telah dibaca 706 kali

Baca Lainnya