Headline Hukum TNI - POLRI

Wednesday, 4 September 2019 - 02:11 WIB

2 weeks yang lalu

Petugas Kepolisian Polda Metrojaya tengah melakukan razia pada Operasi Patuh Jaya 2019 [foto: pantau.com]

Petugas Kepolisian Polda Metrojaya tengah melakukan razia pada Operasi Patuh Jaya 2019 [foto: pantau.com]

Polda Metro Jaya : Sebanyak 7.446 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh Jaya 2019

TBOnline [JAKARTA] – Selama 3 hari Operasi Kepolisian Sandi Patuh Jaya 2019 aparat kepolisian menjaring 7.446 kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas. Jumlah ini sedikit menurun ketimbang hari sebelumnya. “Ada 7.446 perkara pada hari ketiga Operasi Patuh Jaya 2019, sedikit bekurang dari 7.518 perkara pada hari kedua Patuh Jaya 2019,” jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M. Nasir di Jakarta, Minggu, (01/09/19).

Perwira Menengah Polda Metro Jaya tersebut mengatakan sebanyak 5.720 diantaranya merupakan pelanggar yang membawa sepeda motor. Sedangkan kendaraan roda empat yang melanggar lalu lintas ada 1.410 unit. Pada hari ketiga ini petugas tercatat memberikan teguran untuk 2.890 perkara pelanggaran lalu lintas, baik roda dua dan empat,” terang AKBP M. Nasir.

Operasi Patuh Jaya 2019 resmi dimulai pada 29 Agustus hingga 11 September 2019. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tujuan lain dari Operasi Patuh Jaya 2019 ini yaitu guna membangun budaya tertib berlalu lintas.

Polda Metro Jaya mengerahkan 2.380 personel termasuk di dalamnya Dinas Perhubungan (Dishub) dan TNI. Ada tujuh pelanggaran yang menjadi sorotan, yakni melawan arus, penggunaan rotator atau sirine yang tidak pada peruntukkannya, dan penggunaan ponsel saat mengemudi. Selain itu, juga tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang menggunakan narkoba atau minuman keras, pengemudi berusia di bawah 17 tahun, dan pengemudi yang mengendarai mobil melebihi batas kecepatan juga masuk dalam target operasi.

Dari jumlah tersebut, ada tiga yang menjadi prioritas utama, yakni berkendara melawan arus, penggunaan sirine atau strobo tidak pada peruntukannya, serta pengemudi di bawah umur atau tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Iar Agustin [tribrata]

 

 

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya